IDN FINANCIALS
Published at
Bahlil akan tinjau RKAB jika penambang tak pakai B50
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengaku inisiatif pencampuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dengan bahan bakar nabati dengan rasio 50:50, awalnya tak mendapat respons positif dari kalangan pengusaha.
Menurut Bahlil dalam pidatonya, sejumlah pengusaha dalam negeri mengkhawatirkan harga biodiesel B50 akan lebih mahal, dari biodiesel B40.
“Awalnya pengusaha ini pemakai ini tidak mau, karena harganya katanya mahal,” ungkap Bahlil, saat memberi sambutan dalam peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7).
Namun ia mengaku Kementerian ESDM telah berbicara dengan pengusaha, termasuk kepada pengusaha pertambangan yang hadir dalam acara tersebut seperti Grup Adaro, Indika, hingga Astra.
“Saya sudah bilang kalau kalian tidak pakai B50, RKAB akan saya tinjau,” ungkap Bahlil.
Dengan peralihan B40 menjadi B50 ini, Bahlil memperkirakan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM jenis solar dari luar negeri. “Jadi ini harus kita pakai produk dalam negeri, jangan dari asing terus,” imbuhnya.
Setelah implementasi dimulai awal bulan Juli 2027, Bahlil mengaku saat ini B50 telah tersebar, serta memenuhi hampir 60% pasokan solar di Indonesia.
Sehingga ia yakin B50 akan tersebar memenuhi seluruh kebutuhan solar dalam negeri, setidaknya dalam 2 bulan mendatang. (KR)
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at