CNBC Indonesia
Published at
January 22, 2026 at 12:00 AM
Awas! RI Punya 2 Saingan Baru di Sektor Batu Bara
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia punya saingan produsen batu bara dari negara lain seperti Rusia dan Mongolia. Hal tersebut perlu diwaspadai menyusul dinamika pasar global yang terus berubah dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy menyadari keputusan pemerintah yang memangkas pasokan batu bara Indonesia ke pasar global diduga dapat menaikkan harga. Namun di sisi lain, faktor demand atau permintaan dari negara importir batu bara seperti China dan India juga sangat dapat mempengaruhi perubahan harga.
Menurut dia, penurunan volume impor batu bara negara China ini luar biasa berdampak kepada turunnya harga batu bara secara signifikan. Hal ini lantaran China merupakan salah satu negara utama pengimpor batu bara dari pasar internasional, selain negara India.
"Jadi seandainya di tahun 2026 ini China dan India kembali menurunkan impor volume batu baranya dari pasar internasional, maka bukan tidak mungkin penurunan volume produksi batu bara dari Indonesia juga tidak banyak mempengaruhi untuk kenaikan harga batu bara di pasar internasional," kata dia kepada CNBC Indonesia dikutip Rabu (21/1/2026).
Ia menilai kemungkinan penurunan impor batu bara oleh China dan India antara lain dapat disebabkan berbagai faktor. Mulai dari meningkatnya target produksi dalam negeri nya, serta pengurangan penggunaan batu bara sebagai sumber energi dengan meningkatkan produksi listrik dari sumber energi lain seperti energi baru terbarukan (EBT).
"Jangan dilupakan juga kemungkinan mereka mengalihkan impor batu baranya dari negara produsen batu bara lain selain Indonesia, seperti misalnya dari Rusia; Mongolia; Australia; maupun negara-negara eksportir batubara lainnya," kata dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemangkasan produksi menjadi sekitar 600 juta ton ini dilakukan guna mendorong kenaikan harga batu bara dan menjaga cadangan batu bara ke depannya. Terlebih dari jumlah batu bara yang diperjualbelikan di pasar global kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton, Indonesia memasok sekitar 514 juta ton.
"Kementerian ESDM sudah rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita," jęłas Bahlil dalam konferensi pers terkait Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (08/01/2026).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara pada 2025 tercatat mencapai 790 juta ton, turun dari 2024 yang tercatat mencapai 836 juta ton.
Dari produksi batu bara tersebut, sebesar 514 juta ton atau 65,1% dijual ke luar negeri alias diekspor, dan 254 juta ton atau 32% dijual untuk pasar dalam negeri (domestik).
Penjualan batu bara untuk pasar domestik ini termasuk untuk sumber bahan bakar pembangkit listrik dan juga untuk pasar non kelistrikan, seperti untuk pabrik semen maupun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at