Investor Daily

Published at

Adu Potensi Cuan Saham Batu Bara, BUMI Menang Telak

JAKARTA, Investor.id – Harga batu bara bakal mendapatkan sokongan kuat dari fenomena El Nino, pengetatan pasokan LNG, kenaikan pemanfaatan di Jepang dan Korea Selatan (Korsel), dan pemulihan permintaan dari China. Ini akan menopang pergerakan lima saham batu bara top, PTBA, AADI, ITMG, INDY, dan BUMI.

Meski situasi kondusif, Sinarmas Sekuritas melihat kenaikan harga batu bara tidak akan setinggi tahun 2022. Kala itu, catatan Investor Daily, harga batu bara sempat menembus US$400 per ton.

Broker ini mencatat, Eropa kini hanya menjadi pembeli batu bara kecil. Ini tak lepas dari makin kuatnya penetrasi energi terbarukan, biaya karbon mahal, dan kapasitas PLTU yang lebih kecil.

"Itu sebabnya, kami prediksi harga batu bara akan memilki dasar yang kuat, bukan lonjakan harga ekstrem. Selain faktor-faktor tadi, kebijakan batu bara Indonesia juga kondusif bagi harga," tulis Sinarmas Sekuritas, dikutip Minggu (16/8/2026).

Sinarmas Sekuritas menilai, target produksi batu bara dalam RKAB 2026 sebanyak 600 juta ton tidak realistis lagi. Sebab, sampai Juni, jumlahnya sudah mencapai 367 juta ton. Itu sebabnya, kemungkinan ada relaksasi RKAB, sehingga total produksi bisa sesuai estimasi Sinarmas Sekuritas berkisar 700-750 juta ton.

Saham Pilihan

Dalam kondisi seperti sekarang, Sinarmas Sekuritas memilih saham PTBA di sektor batu bara, didukung katalis relaksasi RKAB dan potensi kenaikan harga DMI. Lalu, saham BUMI dan INDY diuntungkan oleh diversifikasi usaha.

Adapun AADI memiliki kas besar dari diverstasi Kestrel, sedangkan ITMG memiliki eksposur besar di batu bara kalori tinggi.

Sinarmas Sekuritas menetapkan rekomendasi buy saham AADI dan BUMI dengan target harga Rp11 ribu dan Rp290, mencerminkan potensi kenaikan 22% dan 69%.

Lalu, add PTBA dan INDY dengan target harga Rp2.840 dan Rp2.500, setara potensi cuan 15% dan 13%. Terakhir, saham ITMG diberi rekomendasi netral dengan target harga Rp26 ribu, setara potensi gain tipis 6%.

Dengan demikian, potensi cuan terbesar ada di saham BUMI, sedangkan terendah ITMG. Nama yang terakhir dinilai menghadapi tantangan dari striping ratio tinggi, 10-11 kali, dan mandatori bahan bakar B50 yang memicu ketidakpastian operasional.

Source:

Other Article

Liputan 6

Published at

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Published at

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Published at

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Published at

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Published at

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by

Secretariat's Address.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Secretariat's Email.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Website created by