Investor Daily
Published at
March 10, 2026 at 12:00 AM
ADRO Beri Kejutan, Mumpung Sahamnya Masih Murah
JAKARTA, investor.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencetak laba bersih 2025 yang di atas ekspektasi. Sementara itu, di lantai bursa, saham ADRO terbilang masih murah.
ADRO mencatatkan laba bersih sebesar US$ 146 juta pada kuartal IV-2025 (4Q25) atau tumbuh 15% qoq, namun terpangkas 26% yoy.
“Hasil tersebut membuat laba bersih ADRO selama 2025 mencapai US$ 448 juta, turun 68% yoy. Pencapaian laba ADRO di atas ekspektasi, yakni 120% dari estimasi konsensus 2025,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam catatannya, Senin (9/3/2026).
Adapun laba usaha Alamtri Resources (ADRO) pada 4Q25 cenderung flat sebesar US$ 153 juta atau tumbuh 1% qoq.
Itu disebabkan oleh peningkatan volume dan harga jual rata-rata (ASP) batu bara metalurgi, diimbangi oleh kenaikan beban depresiasi dan amortisasi (+40% qoq) serta penurunan aktivitas segmen kontraktor pertambangan – tercermin dari penurunan volume overburden sebesar 16% qoq dan coal transport (-4% qoq).
“Sedangkan laba bersih ADRO pada 4Q25 ditopang oleh kenaikan pendapatan dari joint venture sebesar US$ 14 juta, terutama dari PT Bhimasena Power Indonesia,” ungkap Melvin.
Selain itu, ADRO mencatatkan pendapatan lain–lain sebesar US$ 12 juta, yang diperkirakan berasal dari dividen PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), mengingat ADRO masih menggenggam 15,37% saham AADI.
Saham Murah & Target Harga
Stockbit Sekuritas memandang positif PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada 2026 dengan dua katalis utama.
Pertama, peningkatan laba bersih dari ADMR yang ditopang segmen aluminium. Kedua, pencatatan dividen AADI secara penuh (interim + final) untuk pertama kalinya dibandingkan pada 2025 yang hanya mencakup dividen interim.
Risiko utama ada di segmen kontraktor pertambangan karena volume overburden dan coal transport bergantung pada RKAB AADI. Meski demikian, AADI disebut-sebut merupakan 1 dari 8 produsen batu bara yang RKAB-nya tidak dipangkas pemerintah pada 2026.
ADRO merupakan salah satu saham berkapitalisasi pasar besar atau big cap yang harganya masih murah. Meski murah, ADRO tetap memiliki return on equity (ROE) yang baik.
Berdasarkan data di Stockbit Sekuritas, yang diakses pada Senin (9/3/2026), rasio PE saham ADRO saat ini (trailing twelve months/TTM) tergolong murah sebesar 9,1 kali.
Sementara itu, Samuel Sekuritas sempat memasang target harga saham ADRO sebesar Rp 3.400. Sedangkan target harga saham ADRO versi konsensus analis sebesar Rp 2.555.
Source:
Other Article
Liputan 6
Published at
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Published at
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Published at
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Published at
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Published at