Investing.com
Tayang pada
Saham Batu Bara Terbelah: Bukit Asam Naik 37% YTD, Bumi Resources Turun 65%
Investing.com — Kinerja saham batu bara di pasar saham Indonesia sepanjang 2026 terbelah tajam. Ketika harga batu bara Newcastle bergerak menguat dalam sebulan terakhir, sebagian emiten mencatat kenaikan dua digit sejak awal tahun, sementara sebagian lainnya masih tertahan jauh di zona merah.
Berdasarkan data Investing.com, kontrak berjangka batu bara Newcastle ditutup di level US$149,75 per ton pada Senin (26/10), naik dari US$145,20 pada 29 September 2026. Artinya, harga menguat sekitar 3% dalam kurun hampir satu bulan, dengan pergerakan harian yang relatif terbatas di kisaran US$148–151 per ton sepanjang Oktober.
Pada perdagangan Selasa (27/10), indeks sektor energi (IDXENERGY) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 3,33% ke level 2.561,00. Pelemahan tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,99% ke level 5.266,13, menurut data BEI.
Kinerja Saham Batu Bara Sepanjang 2026: Selisih Lebih dari 130 Poin Persentase
Data Investing.com per penutupan Selasa (27/10) menunjukkan jarak kinerja yang sangat lebar antaremiten batu bara berkapitalisasi besar:

Empat emiten dalam daftar tersebut mencatat kenaikan sejak awal tahun, dipimpin Adaro Andalan Indonesia dengan kenaikan 67,74%. Bukit Asam dan Alamtri Resources Indonesia menyusul dengan kenaikan masing-masing 37,23% dan 35,91%, sementara Indo Tambangraya Megah naik 12,69%.
Sebaliknya, lima emiten lain masih berada di bawah level awal tahun. Penurunan terdalam dicatat Bumi Resources sebesar 65,03%, disusul Bayan Resources yang turun 36,62% dan Harum Energy yang turun 35,35%. Selisih kinerja antara emiten terbaik dan terlemah dalam daftar ini mencapai lebih dari 130 poin persentase.
Pada perdagangan Selasa, mayoritas saham batu bara dalam daftar tersebut ditutup melemah. Hanya Adaro Andalan Indonesia dan Alamtri Resources Indonesia yang berakhir di zona hijau.
Faktor Global yang Membayangi Harga Batu Bara
Dari sisi permintaan, India menjadi salah satu pasar yang mendapat sorotan. Data harian Central Electricity Authority (CEA) India per 19 Oktober 2026 mencatat 96 dari 191 pembangkit listrik tenaga batu bara berada dalam status stok kritis, naik dari sekitar 60 pembangkit pada pertengahan September.
Dari sisi pasokan, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mencatat ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada September 2026 turun 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Indonesia merupakan salah satu eksportir batu bara termal terbesar dunia, sehingga data ekspor bulanan kerap dipantau pelaku pasar global.
Pergerakan harga Newcastle dalam sebulan terakhir tercatat relatif moderat dibandingkan fluktuasi harga komoditas energi lain. Pada periode yang sama, harga minyak mentah Brent bertahan di atas US$110 per barel, menurut data Investing.com.
Agenda Pekan Ini bagi Saham Batu Bara di Pasar Saham Indonesia
Pelaku pasar pekan ini juga mencermati keputusan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve, yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis (29/10) dini hari WIB. Pada rapat September, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4%.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp18.154 per dolar AS pada Selasa (27/10), berdasarkan data Investing.com. Sebagian besar pendapatan emiten batu bara berorientasi ekspor berdenominasi dolar AS, sehingga pergerakan kurs menjadi salah satu variabel yang ikut dipantau dalam membaca kinerja keuangan mereka.
Selain itu, emiten tercatat di BEI juga memasuki periode penyampaian laporan keuangan interim kuartal III 2026. Rilis tersebut akan memberikan gambaran terbaru mengenai volume produksi, harga jual rata-rata, dan margin masing-masing emiten batu bara setelah sembilan bulan pertama tahun ini.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada