Listrik Indonesia

Tayang pada

Revisi RKAB 2026 Disetujui, Ini Target Produksi Batu Bara dan Nikel

Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dengan target produksi batu bara sebesar 700 juta ton dan bijih nikel sekitar 290 juta ton. Persetujuan RKAB 2026 ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan kedua komoditas di pasar global.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa target produksi batu bara dan nikel tersebut telah disetujui dalam revisi RKAB 2026. Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip pada Sabtu (17/10/2026).

“Mudah-mudahan nggak ada hambatan untuk produksi dan lain sebagainya,” ujar Tri.

Produksi Batu Bara 2026 Ditargetkan 700 Juta Ton

Dalam revisi RKAB 2026, pemerintah menetapkan produksi batu bara 2026 sebesar 700 juta ton. Target ini lebih tinggi dibandingkan rencana awal yang berada di kisaran 600 juta ton, tetapi masih di bawah realisasi produksi batu bara sepanjang 2025 yang mencapai 817,48 juta ton.

Sebelumnya, pemerintah berencana memangkas produksi batu bara untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan serta mencegah penurunan harga batu bara dunia. Namun, target produksi batu bara 2026 kemudian disesuaikan melalui revisi RKAB seiring dengan bertambahnya kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Pada September 2026, Tri sempat memperkirakan produksi batu bara sepanjang tahun ini berpotensi mencapai sekitar 720 juta ton melalui revisi RKAB. Target yang akhirnya disetujui dalam RKAB 2026 tersebut mencapai 700 juta ton.

RKAB 2026 Alokasikan 154 Juta Ton Batu Bara untuk PLN

Selain menetapkan target produksi, pemerintah mengalokasikan batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO). Khusus untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero), alokasi batu bara pada 2026 ditetapkan sebesar 154 juta ton.

DMO merupakan kewajiban penyediaan batu bara bagi pasar domestik. Kebijakan ini penting untuk mendukung ketersediaan bahan bakar pembangkit listrik agar kebutuhan energi dalam negeri dapat terpenuhi.

Alokasi tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan produksi batu bara 2026. Pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan domestik dengan pasokan batu bara di pasar global.

Produksi Nikel 2026 Ditargetkan Sekitar 290 Juta Ton

Untuk komoditas nikel, revisi RKAB 2026 menetapkan target produksi bijih nikel sekitar 290 juta ton. Angka produksi nikel 2026 ini meningkat dibandingkan target awal pemerintah yang berada di kisaran 250 juta hingga 260 juta ton.

Meski mengalami peningkatan dari target awal, produksi nikel 2026 yang disetujui tersebut masih lebih rendah dibandingkan realisasi produksi pada 2025, yakni sebesar 379 juta ton.

Penyesuaian target produksi nikel dan batu bara diarahkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar global. Keseimbangan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemerintah dalam mengelola produksi kedua komoditas pertambangan.

Revisi RKAB 2026 Menyesuaikan Target Produksi Tambang

Persetujuan revisi RKAB 2026 menetapkan acuan produksi batu bara sebesar 700 juta ton dan bijih nikel sekitar 290 juta ton. Perubahan ini mencerminkan penyesuaian target produksi dibandingkan rencana awal pemerintah.

Pelaksanaan target produksi batu bara 2026 dan produksi nikel 2026 selanjutnya bergantung pada kelancaran kegiatan produksi, kebutuhan domestik, serta perkembangan pasokan dan permintaan di pasar global.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh