Bloomberg Technoz

Tayang pada

Mahakam Surut: Arus Batu Bara Tersendat, Stockpile Bisa Menumpuk

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengonfirmasi surutnya sungai Mahakam telah menghambat pengiriman batu bara, bahkan berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menyatakan hingga kini APBI masih belum dapat mengestimasikan volume ekspor batu bara yang terhambat pengirimannya gegara surutnya sungai Mahakam.

Meskipun begitu, dia menyatakan penurunan debit air di sungai Mahakam membatasi draft tongkang sehingga muatan tidak dapat dimaksimalkan.

“Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kelancaran pemenuhan pasokan batubara dan berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan,” kata Gita ketika dihubungi, Selasa (8/9/2026).

“Untuk dampaknya terhadap volume ekspor, saat ini kami belum dapat memperkirakan secara pasti berapa volume ekspor yang terdampak akibat surutnya sungai Mahakam,” tegas Gita.

Gita juga menegaskan fenomena yang terjadi di Kalimantan tersebut perlu menjadi perhatian, sebab wilayah tersebut menjadi salah satu pusat produksi dan ekspor batu bara nasional.

Adapun, surutnya sungai di Kalimantan yang digunakan sebagai jalur angkutan tongkang batu bara tidak hanya terjadi di sungai Barito, tetapi juga di sungai Mahakam.

Sungai terpanjang di Kalimantan Timur itu turut terimbas fenomena El Niño, sehingga muatan batu bara yang diangkut tongkang di wilayah tersebut terpaksa harus dibatasi.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda Mursidi menyatakan telah mengeluarkan instruksi agar seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan membatasi muatan batu bara di tongkang menjadi sekitar 5.500—6.000 ton.

Mursidi menjelaskan, dalam kondisi normal, tongkang pengangkut batu bara dapat mengangkut hingga 7.000 ton batu bara. Namun, saat ini kondisi tersebut dapat membahayakan pelayaran sebab debit air mengalami penyusutan.

“Kita juga melakukan imbauan. Artinya, instruksi juga sebetulnya kepada semua perusahaan termasuk pemilik pelabuhan untuk melakukan pemuatan di bawah batas normal lah,” kata Mursidi, dikutip dari YouTube Tribun Kaltim, Jumat (4/9/2026).

Sementara itu, Shanghai Metals Market (SMM) dalam risetnya membenarkan sejumlah tongkang yang melalui sungai Mahakaman mengalami kesulitan saat berlayar ke hulu meskipun muatannya telah dikurangi.

Ditegaskan juga penurunan kapasitas angkutan membuat biaya logistik pengangkutan batu bara menjadi meningkat.

“Beberapa tongkang masih mengalami kesulitan saat berlayar ke hulu meskipun muatannya telah dikurangi. Kelompok industri tersebut mencatat bahwa penurunan kapasitas angkut per perjalanan akan membutuhkan lebih banyak perjalanan dan meningkatkan biaya logistik,” tulis SMM dalam risetnya.

Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) Kaltim mencatat ekspor batu bara dari Kaltim pada kuartal IV-2025 mencapai 57.525 ton. Berdasarkan negara tujuannya, China dan India menjadi negara tujuan ekspor terbesar batu bara Kaltim.

Di sisi lain, dalam laporan Argus Media dijelaskan terjadi penurunan kedalaman sungai Barito yang dapat membatasi pergerakan batu bara dari lokasi tambang menuju terminal ekspor

Argus Media juga mencatat sejumlah produsen menyatakan keadaan kahar atas pengiriman batu bara.

“Rendahnya permukaan air di Sungai Barito telah memaksa sejumlah produsen menyatakan force majeure atas pengiriman, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan ekspor ketika El Niño yang kuat mengancam memperpanjang kondisi kering,” tulis Argus, Rabu (2/9/2026).

Adapun, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan surutnya sungai Barito akibat El Niño diperkirakan menyebabkan pengiriman sekitar 3,9 juta ton batu bara terhambat dalam satu bulan.

Ketua Komite Pertambangan Minerba Apindo Hendra Sinadia menyatakan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, surutnya sungai Barito mengganggu pengiriman batu bara dari tambang di wilayah tersebut.

Kendati begitu, dia menyatakan belum mendapatkan perincian perusahaan yang terdampak gangguan ekspor tersebut.

Dia juga menegaskan belum menerima laporan perusahaan yang mengumumkan keadaan kahar (force majeure) atau wanprestasi.

“Info yang saya dapat dari perusahaan anggota, dampak dari mulai suratnya hulu sungai Barito mengganggu shipment yang diperkirakan sekitar 3,9 juta ton dalam sebulan,” kata Hendra ketika dihubungi, Senin (7/9/2026).

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh