Kompas.com
Tayang pada
Harga Batu Bara Dekati 150 Dollar AS, Ini Saham Tambang yang Kecipratan Cuan
JAKARTA, KOMPAS.com - Harga batu bara berjangka (coal futures) mendekati level 150 dollar AS per ton, seiring ketatnya pasokan dan meningkatnya permintaan energi global.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat, harga batu bara mendekati posisi tertinggi dalam hampir empat bulan.
Dinamika ini terjadi ketika pengetatan pasokan batu bara global dan melonjaknya permintaan.
Dari sisi pasokan, ekspor batu bara termal Indonesia turun 23 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada Agustus 2026.
Penurunan membuat ekspor batu bara termal Indonesia berada pada posisi terendah untuk periode Agustus dalam lima tahun terakhir.
Hal itu dipengaruhi kuota produksi, ketidakpastian kebijakan, serta gangguan pengiriman.
“Ekspor thermal coal Indonesia turun 23 persen YoY pada Agustus, menjadi level terendah untuk bulan tersebut dalam lima tahun, akibat kuota produksi, ketidakpastian kebijakan, dan gangguan pengiriman,” tulis BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (6/10/2026).
Di sisi lain, permintaan batu bara global diperkirakan mencapai rekor tertinggi pada tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut gangguan pasokan gas akibat perang Iran mendorong kebutuhan batu bara.
Kenaikan harga gas alam cair (LNG) akibat blokade Selat Hormuz membuat sejumlah negara kembali meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
China, India, Jepang, Korea Selatan, serta sejumlah negara di Eropa meningkatkan penggunaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi.
Fenomena tersebut membuat harga batu bara tetap berada di angka tinggi, terutama ketika pasokan global terbatas dan kebutuhan energi meningkat.
“Supply global makin ketat,” lanjut BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Kenaikan harga komoditas energi ini dinilai memberi sentimen bagi saham sejumlah emiten di bursa RI.
Beberapa diantaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Berdasarkan data perdagangan Selasa pukul 10.25 WIB, saham PTBA naik 2,75 persen menjadi Rp 3.360.
Lalu, saham ITMG menguat 2,06 persen ke level Rp 26.025.
Penguatan terjadi pada saham ADRO yang menyentuh 0,77 persen menjadi Rp 2.610.
Sementara, saham BUMI melonjak 1,69 persen ke posisi Rp 181.
Saham AADI juga naik 2,72 persen ke level Rp 12.275.
Lonjakan tinggi terjadi pada saham BYAN, dimana sentuh 5,31 persen menjadi Rp 12.900.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada