Investor.id

Tayang pada

Harga Batu Bara Anjlok, Stok India Masih Jadi Sorotan

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas anjlok pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Di sisi fundamental, persediaan batu bara di pembangkit listrik India mulai meningkat, tetapi belum cukup untuk mengakhiri tekanan stok.

Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Oktober 2026 naik US$ 0,25 ke level US$ 150 per ton. Kontrak November 2026 tercatat ambles US$ 3,05 ke level US$ 150 per ton, sedangkan kontrak Desember 2026 terpangkas US$ 2,9 menjadi US$ 153 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak Oktober 2026 jatuh US$ 1 menjadi US$ 146,25 per ton. Kontrak November 2026 terpangkas US$ 3,45 menjadi US$ 146 per ton, sementara kontrak Desember 2026 anjlok US$ 3,55 menjadi US$ 147,65 per ton.

Mengutip BigMint, persediaan batu bara di pembangkit listrik India yang dipantau pemerintah mencapai 19,92 juta ton pada 25 Oktober 2026. Kenaikan tersebut terjadi setelah penerimaan pasokan melampaui konsumsi harian, memberikan ruang pemulihan setelah persediaan terus tertekan sepanjang pekan sebelumnya.

Meski demikian, stok masih berada di bawah level pertengahan Oktober. Sebanyak 95 pembangkit juga masih masuk kategori kritis berdasarkan data Central Electricity Authority melalui National Power Portal.

Sepanjang 1–25 Oktober 2026, total penerimaan batu bara di pembangkit yang dipantau mencapai sekitar 65,98 juta ton, sedangkan konsumsi tercatat 67,50 juta ton. Dengan demikian, pasokan baru memenuhi sekitar 97,7% kebutuhan, menyisakan defisit sekitar 1,52 juta ton.

Stok India Mulai Pulih

Perbaikan persediaan terlihat pada 25 Oktober, ketika penerimaan batu bara mencapai 2,77 juta ton, melampaui konsumsi sebesar 2,55 juta ton. Stok pun bertambah sekitar 240.000 ton dibandingkan sehari sebelumnya, sementara jumlah pembangkit kategori kritis turun dari 98 menjadi 95 unit.

Kenaikan tersebut bertepatan dengan turunnya kebutuhan listrik pada Minggu. Grid-India mencatat energi listrik yang dipenuhi sebesar 4.733 MU pada 25 Oktober, lebih rendah dibandingkan 5.000 MU sehari sebelumnya. Cuaca yang lebih sejuk serta berkurangnya kebutuhan pendinginan dan irigasi turut menekan permintaan listrik.

Pada pembangkit berbahan bakar batu bara domestik, persediaan meningkat menjadi 17,67 juta ton pada 25 Oktober dari 17,41 juta ton sehari sebelumnya. Penerimaan pasokan mencapai 2,65 juta ton, lebih tinggi dibandingkan konsumsi sebesar 2,40 juta ton.

Namun, stok tersebut masih di bawah posisi 18,01 juta ton pada 15 Oktober dan hanya setara sekitar 30% dari kebutuhan normatif. Kondisi ini menunjukkan pemulihan pasokan belum merata dan persediaan masih rentan jika pengiriman kembali tersendat atau konsumsi listrik meningkat.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh