Bisnis.com

Tayang pada

Golden Energy (GEMS) Incar Produksi Batu Bara 58 Juta Ton pada 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara Grup Sinarmas PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), menargetkan volume produksi batu bara hingga 58 juta ton pada 2026 di tengah rencana pemerintah menekan produksi nasional di bawah 700 juta ton.

Dalam prospek usaha 2026, GEMS menetapkan target produksi batu bara pada kisaran 54 juta ton hingga 58 juta ton. Perseroan juga membidik volume penjualan pada kisaran yang sama.

Target tersebut berada di tengah rencana pemerintah mengendalikan produksi batu bara nasional untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan serta stabilitas harga komoditas di pasar global.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) sebelumnya menetapkan target produksi batu bara nasional di bawah 700 juta ton pada 2026.

Kebijakan tersebut diambil untuk merespons fluktuasi permintaan internasional dan mengurangi risiko kelebihan pasokan yang dapat menekan harga batu bara global.

Di sisi permintaan, pasar utama seperti China dan India diprediksi mengalami perlambatan. Kondisi itu sejalan dengan peningkatan produksi batu bara domestik serta kebijakan efisiensi energi di kedua negara.

Kendati demikian, perseroan melihat peluang penyerapan dari pasar alternatif seperti Filipina yang diperkirakan masih relatif stabil.

GEMS memperkirakan harga batu bara pada 2026 bergerak relatif stabil mengikuti tren komoditas global. Namun, pergerakan harga tetap akan dipengaruhi oleh dinamika permintaan internasional dan kebijakan energi negara-negara konsumen.

Perseroan juga menyoroti sejumlah tantangan regulasi yang dapat memengaruhi kegiatan usaha, termasuk proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor mineral dan batu bara.

"Perseroan memandang prospek usaha 2026 berada dalam kondisi menantang namun tetap dapat dikelola secara cermat," tulis perseroan dalam proyeksi prospek bisnis 2026, Kamis (1/10/2026)

Sebagai gambaran, GEMS mencatatkan produksi batu bara sebesar 54,95 juta ton sepanjang 2025, naik 8% dibandingkan 50,7 juta ton pada 2024. Sementara itu, volume penjualan mencapai 54,2 juta ton, meningkat 4% secara tahunan.

Pada 2025, pasar ekspor menyumbang sekitar 65% dari total penjualan GEMS. China menjadi tujuan terbesar dengan porsi 52%, disusul India 6%, Indonesia 35%, dan negara lainnya 7%.

Dari sisi struktur permodalan, Perseroan menargetkan struktur modal yang tetap sehat dan optimal, dengan rasio permodalan yang terjaga sesuai dengan strategi pendanaan dan kebutuhan investasi Perseroan.

Adapun, GEMS membukukan pendapatan usaha US$1,50 miliar atau sekitar Rp26,70 triliun (estimasi kurs Rp17.857 per dolar AS) pada semester I/2026, naik 30,7% secara tahunan (year on year/yoy).

Pendapatan usaha GEMS meningkat dari US$1,14 miliar atau sekitar Rp20,44 triliun pada semester I/2025 menjadi US$1,50 miliar. Penjualan luar negeri menjadi kontributor terbesar dengan nilai US$884,85 juta, naik dari US$662,34 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan dalam negeri mencapai US$610,43 juta, meningkat dari US$482,08 juta pada semester I/2025. Dengan demikian, penjualan ekspor menyumbang sekitar 59,2% dari total pendapatan GEMS, sedangkan penjualan domestik sekitar 40,8%.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan meningkat menjadi US$982,06 juta dari US$743,33 juta. Namun, laba kotor GEMS naik menjadi US$513,22 juta dari US$401,08 juta pada semester I/2025.

Pada bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$219,96 juta atau sekitar Rp3,93 triliun, meningkat 45,0% dari US$151,67 juta atau sekitar Rp2,71 triliun pada semester I/2025.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh