ANTARA News Kalimantan Timur

Tayang pada

Gasifikasi batu bara di Kutim buka peluang investasi Rp30 triliun

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Industri pengolahan melalui teknologi gasifikasi batu bara di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, membuka peluang investasi sekitar Rp30 triliun, direncanakan masuk ke lokasi usaha di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim Novian Prananta di Sangatta, Sabtu mengatakan bahwa investasi yang disiapkan PT Nan Berkah Mineral tersebut berpotensi memperkuat pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam setempat.

Gasifikasi batu bara merupakan teknologi yang mengubah batu bara menjadi gas sintetis sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk industri. Pengolahan tersebut membuka peluang peningkatan nilai tambah batu bara dibandingkan hanya menjualnya sebagai bahan mentah.

Bagi Kutim yang memiliki potensi sumber daya batu bara, rencana investasi itu menjadi peluang untuk mendorong diversifikasi kegiatan ekonomi melalui pengembangan industri pengolahan. Kehadiran industri hilir juga diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Novian mengatakan, rencana penanaman modal tersebut telah memasuki tahapan awal setelah investor menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK MBTK.

Tahapan berikutnya, investor dijadwalkan mengunjungi kawasan industri tersebut dalam waktu sekitar dua pekan untuk melihat kondisi lapangan, sekaligus menentukan titik lokasi kegiatan usaha.

“Teman-teman investor sudah melakukan kerja sama dengan BUPP selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola di KEK MBTK,” ujarnya.

Kunjungan langsung itu menjadi bagian dari proses lanjutan untuk memastikan lokasi yang akan digunakan bagi pengembangan usaha. Penentuan lokasi menjadi salah satu tahapan penting sebelum rencana investasi bergerak menuju realisasi.

Ia berharap rencana penanaman modal tersebut dapat berlanjut hingga tahap pelaksanaan sehingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Selain menambah aktivitas investasi, pengembangan industri gasifikasi batu bara di KEK MBTK diharapkan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi pendukung, termasuk jasa, perdagangan, dan penyediaan kebutuhan industri.

Ia menyebut, nilai investasi sekitar Rp30 triliun itu masih merupakan rencana penanaman modal yang memerlukan tahapan lanjutan. Kepastian pelaksanaan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat akan bergantung pada perkembangan proses investasi tersebut.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh