POJOKBANUA.COM
Tayang pada
Ekspor Kalsel Naik 10,19 Persen, Batu Bara Masih Mendominasi
POJOKBANUA, BANJARBARU – Nilai ekspor Kalimantan Selatan pada Agustus 2026 mencapai US$1,07 miliar. Angka tersebut naik 10,19 persen dibandingkan Juli 2026 dan tumbuh 8,12 persen dibandingkan Agustus 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, nilai ekspor Agustus 2026 mencapai US$1.071,98 juta. Kenaikan secara bulanan mencapai US$74,13 juta, sedangkan secara tahunan bertambah US$60,23 juta.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan Mukhamad Mukhanif mengatakan, peningkatan nilai ekspor tersebut masih ditopang komoditas bahan bakar mineral yang menjadi penyumbang terbesar ekspor Kalsel.
“Bahan bakar mineral masih menjadi komoditas utama ekspor Kalimantan Selatan. Pada Agustus 2026 nilainya mencapai US$876,94 juta atau sekitar 81,81 persen dari total ekspor,” kata Mukhamad Mukhanif dalam rilis BPS Kalsel yang digelar melalui Zoom, belum lama tadi.
Meski mendominasi, nilai ekspor bahan bakar mineral pada Agustus 2026 turun 4,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Di bawah bahan bakar mineral, komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati menyumbang US$143,38 juta atau 13,38 persen. Selanjutnya, kayu dan barang dari kayu mencapai US$16,12 juta, besi dan baja US$10,66 juta, serta berbagai produk kimia US$10,08 juta.
Dari sisi negara tujuan, China menjadi pasar terbesar ekspor Kalsel pada Agustus 2026 dengan nilai US$474,09 juta. Disusul India US$100,07 juta, Malaysia US$92,61 juta, Pakistan US$89,01 juta, dan Jepang US$76,88 juta.
Lima negara tujuan utama tersebut menyerap ekspor Kalsel senilai US$832,65 juta atau 77,67 persen dari total ekspor pada Agustus.
“China menjadi negara tujuan utama ekspor Kalsel. Nilai ekspor ke lima negara tujuan terbesar mencapai lebih dari tiga perempat total ekspor pada Agustus,” ujar Mukhanad.
Sementara berdasarkan pelabuhan muat, Pelabuhan Banjarmasin menjadi yang terbesar dengan nilai ekspor US$358,68 juta atau 33,46 persen dari total ekspor. Berikutnya Pelabuhan Satui sebesar US$276,03 juta dan Pelabuhan Kotabaru US$166,06 juta.
Di sisi lain, neraca perdagangan Kalsel pada Agustus 2026 masih mencatat surplus. Nilai ekspor sebesar US$1,07 miliar berbanding impor US$144,85 juta, sehingga surplus perdagangan mencapai US$927,13 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan perdagangan luar negeri Kalsel pada Agustus masih lebih banyak ditopang aktivitas ekspor dibandingkan impor.
“Dengan nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan impor, Kalimantan Selatan masih mencatat surplus neraca perdagangan pada Agustus 2026,” kata Mukhamad.
BPS mencatat, perkembangan ekspor tersebut menjadi bagian dari dinamika perdagangan luar negeri Kalsel sepanjang 2026, dengan komoditas bahan bakar mineral masih menjadi penopang utama nilai ekspor daerah. (AS/KW)
Editor: Yuliandri Kusuma Wardani
Reporter: Anita Soraya
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada