ANTARA
Tayang pada
DPRD Jambi dukung rencana hilirisasi batu bara melalui teknologi
Kota Jambi (ANTARA) - DPRD Provinsi Jambi mendukung rencana program hilirisasi batu bara melalui pengembangan teknologi yang akan dilaksanakan melalui Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA di bawah Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
"Saya sudah baca salinan rencana paparannya, bagus, kita dukung ya," kata anggota Anggota Legislator Provinsi Jambi Ivan Wirata di Jambi, Sabtu.
Menurut dia, rencana yang dijadwalkan berlangsung September 2026, diyakini menjadi momentum untuk mengubah orientasi pengelolaan batubara Jambi.
Dari sekadar kegiatan penambangan dan pengangkutan bahan mentah menuju pembangunan industri pengolahan yang menciptakan nilai tambah di daerah.
Karena tekMIRA akan memperkenalkan sejumlah teknologi hilirisasi, antara lain coal upgrading, briket batubara, pembuatan semi-kokas, fixed-bed gasification, fluidized-bed gasification, serta coal–biomass co-firing.
Dengan adanya rencana tersebut, Ivan meminta Pemerintah Provinsi Jambi tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi, namun harus menghasilkan tindak lanjut yang jelas berupa audit potensi batubara, pengujian sampel, pemilihan teknologi, studi kelayakan, penentuan lokasi, dan pembentukan proyek percontohan.
"Keluaran kegiatan jangan hanya laporan, dokumentasi, dan rekomendasi di atas kertas. Harus ada target tiga bulan, enam bulan, dan satu tahun. Kita ingin mengetahui teknologi apa yang dipilih, di mana lokasinya, siapa investornya, siapa pembelinya, serta berapa manfaatnya bagi daerah," minta dia.
Dirinya juga mendorong penyusunan Roadmap Hilirisasi Batubara Provinsi Jambi 2027–2030 yang melibatkan Kementerian ESDM, tekMIRA, Pemerintah Provinsi Jambi, DPRD, pemerintah kabupaten penghasil, BUMD, perguruan tinggi, badan usaha, serta pelaku UMKM.
Termasuk BUMD dan pengusaha lokal, agar memperoleh posisi yang jelas dalam program hilirisasi, melalui kerja sama investasi, penyediaan jasa pendukung, logistik, pemeliharaan, penyediaan bahan baku, dan pengembangan industri turunan.
Terakhir, dirinya juga menyinggung keterkaitan hilirisasi dengan jalur transportasi, agar pengembangan industri berjalan baik.
"Hilirisasi juga harus diintegrasikan dengan pembangunan jalan khusus pertambangan, jalur kereta barang, terminal, dan pelabuhan," Kata Ivan.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada