Bisnis Indonesia
Tayang pada
Dirut DSI Sebut Tata Kelola Batu Bara Libatkan Industri
Bisnis.com, DENPASAR - Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) Luke Thomas Mahony menjelaskan tata kelola yang dilakukan pemerintah tidak akan mengambil alih peran perusahaan atau swasta dalam sistem perdagangan batu bara.
Thomas menjelaskan swasta akan tetap berperan penting, mulai dari produsen hingga eksportir dalam perdagangan batu bara. Eksportir akan tetap melakukan ekspor. Hubungan komersial antara eksportir dan pembeli akan terus berlanjut, seperti bernegosiasi kontrak, menyepakati spesifikasi harga, mengelola pergerakan komoditas, dan aliran dana tetap terjadi antara kedua belah pihak.
"Kami tidak ingin menyisipkan hambatan yang tidak perlu dalam hubungan tersebut. Yang kami lakukan adalah menghadirkan transparansi dan visibilitas yang lebih besar pada transaksi tersebut," jelas Thomas di Konferensi CT Asia 2026 di Bali, Senin (28/9/2026).
Secara eksplisit, Thomas menjelaskan antara kontrak awal dan faktur akhir, terdapat sejumlah besar informasi seperti formula harga, kualitas, premi dan diskon pihak-pihak terkait, informasi kapal, faktur, dan pelunasan akhir. Peran DSI menurutnya adalah menghubungkan bagian-bagian ini dan memahami alur cerita komersial dari pembuatan kontrak hingga pelunasan akhir.
"Hal tersebut mencakup pemeriksaan potensi under invoicing (pencatatan nilai faktur lebih rendah) dan transfer pricing yang tidak tepat." Kata dia.
Thomas menggarisbawahi perbedaan dari patokan (benchmark), tidak serta-merta berarti ada masalah. Menurutnya perdagangan komoditas kompleks. Transparansi bukan berarti berpura-pura bahwa setiap ton batu bara itu identik. Transparansi berarti mampu menjelaskan perbedaan di antara setiap ton tersebut.
Untuk menyatukan persepsi, DSI berencana membentuk komite metodologi yang mewakili industri. Komite ini akan membantu menentukan seperti apa harga acuan (reference price).
Thomas menyebut akan menghimpun keahlian relevan dari produsen, asosiasi, pedagang (traders), praktisi pasar, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya komite dapat membantu menetapkan acuan harga yang tepat dan, mengakomodasi penyesuaian komersial yang sah di sekitar acuan tersebut.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara dengan Laba Paling Jumbo Semester I/2026, AADI & BYAN Teratas
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada