INVESTOR TRUST
Tayang pada
Bumi Resources (BUMI) Punya Dua Mesin Pertumbuhan, Sahamnya Bisa Cuan 64%
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dinilai positif, seiring transformasi operasional perseroan melalui ekspansi bisnis emas dan penguatan kinerja batu bara. Pengembangan aset emas Wolfram serta rencana akuisisi Loyal Metal Mining menjadi salah satu katalis pertumbuhan BUMI ke depan.
Hal ini mendorong Samuel Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham BUMI dengan target harga Rp 300 per saham. Riset tersebut menggunakan pendekatan Sum of the Parts (SOTP) dalam penilaian saham BUMI. Dengan harga pergerakan Rp 182 sesi I hari ini, potensi cuan saham ini lebih dari 64%.
“Kami memperkirakan kinerja keuangan BUMI dalam beberapa kuartal berikutnya akan lebih kuat, didorong oleh peningkatan produksi Wolfram, perbaikan kadar bijih emas, pemulihan laba BRMS, serta penurunan biaya tunai seiring harga bahan bakar yang lebih rendah,” tulis Samuel Snapshot hari ini.
Selain itu, kinerja batu bara yang lebih kuat akibat potensi kenaikan harga dan volume yang tetap terjaga menjadi katalis tambahan bagi BUMI. Meski demikian, pemodal perlu mencermati sejumlah risiko, antara lain potensi pelemahan harga batu bara dalam jangka pendek, keterlambatan eksekusi akuisisi, perlambatan peningkatan produksi Wolfram, serta penurunan harga emas.
Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa BUMI memperoleh dua manfaat dari transformasi operasional. Pertama, melalui akuisisi aset emas Wolfram yang mulai berproduksi pada akhir Mei 2026 dan akuisisi Loyal Metal Mining yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Kedua, kinerja bisnis batu bara diperkirakan menguat seiring potensi kenaikan harga akibat fenomena El Niño, sementara volume produksi tetap terjaga dengan penggunaan conveyor belt.
Wolfram Jadi Katalis
Wolfram diperkirakan meningkatkan produksi seiring membaiknya kadar bijih (feed grade). Produksi copper-equivalent Wolfram ditargetkan mencapai 15.000 ton pada 2026F. Wolfram mulai beroperasi pada akhir Mei 2026 dengan kadar emas awal sebesar 0,78 gram per ton dari pengolahan stok (stockpile).
“Ke depan, peningkatan produksi Wolfram dan perbaikan kadar emas diperkirakan mendukung pemulihan laba BRMS, terutama seiring proses pengolahan yang beralih dari stokpile menuju bijih hasil penambangan,” tulisnya.
Sentimen positif lainnya datang dari rencana akuisisi Loyal Metal Mining yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026, dengan penyelesaian bergantung pada persetujuan pemegang saham. Akuisisi tersebut menjadi bagian dari transformasi BUMI menuju perusahaan tambang yang lebih terdiversifikasi.
Samuel Sekuritas juga memperkirakan peluang penurunan biaya tunai (cash cost), seiring meredanya harga bahan bakar pada kuartal-kuartal mendatang. Pada 2025, BUMI produksi batu bara BUMI mencapai 74,8 juta ton atau sekitar 10% dari produksi nasional, dengan cadangan mencapai 2.354 juta ton.
Sedangkan pada kuartal II-2026, penjualan batu bara BUMI meningkat menjadi 19,8 juta ton, tumbuh 3,1% secara kuartalan. Peningkatan tersebut didukung oleh volume Arutmin dan KPC yang lebih kuat. Harga jual rata-rata atau ASP batu bara juga melonjak 14,5% secara kuartalan menjadi US$ 67,1 per ton.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada