KONTAN

Tayang pada

2 April 2026 pukul 00.00

Trio Saham ADRO, AADI, dan ADMR Membara, Ditopang Konflik Geopolitik & Harga Batubara

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham Grup Adaro kompak terjerembap pada perdagangan Selasa (31/3). Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menukik paling dalam dengan pelemahan 3,34%, disusul PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang susut 1,73% dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang terkoreksi 1,53%. Kendati memerah, koreksi ini terbilang wajar usai ketiga saham tersebut melesat signifikan pada periode sebelumnya.

Menilik rekam jejak mingguan, laju saham Grup Adaro tergolong solid dengan penguatan masing-masing 7,38%, 1,02%, dan 5,31%. Kinerja year to date (YtD) pun tak kalah mentereng. Saham AADI sukses terbang 61,65%, disusul ADRO yang melesat 42,54%, serta ADMR yang merangkak naik 27,24%. Lompatan harga ini tak lepas dari guyuran sentimen positif, mulai dari solidnya strategi bisnis, manuver aksi korporasi, hingga tuah dari eskalasi konflik geopolitik global. Imbasnya, masing-masing emiten di bawah bendera Adaro meraup berkahnya tersendiri.

Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas menilai manuver harga saham ADRO, AADI, dan ADMR disokong oleh aksi korporasi strategis-seperti spin-off dan tebaran dividen— sekaligus ditopang oleh tingginya harga batubara yang stabil.

Di luar itu, Grup Adaro gencar berekspansi dan mendiversifikasi bisnis ke sektor mineral hijau serta memacu pengembangan smelter aluminium. Jika menilik prospeknya, Wafi memproyeksi kinerja emiten ini tetap cerah untuk jangka menengah hingga panjang.

Ketegangan geopolitik global yang mengoyak rantai pasok energi sukses menahan pamor batubara sebagai alternatif energi dengan harga yang bertengger di level atas.

Dalam kesempatan terpisah, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa, sepakat bahwa fondasi fundamental yang solid dan sentimen global menjadi motor pengerek saham Grup Adaro.

Tensi global memicu lonjakan permintaan batubara. Beruntungnya, ADRO dan ADMR telah mengeksekusi efisiensi operasional dan diversifikasi bisnis secara presisi. Langkah ini vital lantaran keduanya memiliki eksposur langsung terhadap fluktuasi harga komoditas.

Dus, selama bara konflik global masih menyala dan harga energi melambung, prospek saham Grup Adaro diyakini tetap solid hingga jangka menengah. Meski begitu, ruang penguatan kini mulai terbatas karena valuasi telah banyak tercermin pada harga saham (priced in).

Abida Massi Armand, Analis BRI Danareksa Sekuritas menyoroti konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) & Israel versus Iran yang memicu disrupsi pasokan energi global.

Permintaan batubara termal diproyeksi naik 40 juta ton hingga 55 juta ton. Imbasnya, harga acuan Newcastle berpotensi menembus US$ 130 hingga US$ 150 per ton. Kondisi ini menjadi katalis positif yang langsung mengguyur AADI dan ADRO.

Di sisi lain, ADMR justru meraup katalis ganda. Selain dari operasional smelter aluminium yang sejalan dengan lonjakan harga aluminium global, sentimen transformasi bisnis ADRO ke energi hijau turut memicu re-rating valuasi dari para investor jangka panjang.

Abida meyakini potensi penguatan ini akan terus terjaga. Dalam skenario disrupsi energi berkepanjangan, lonjakan permintaan batubara global bisa melampaui 91 juta ton dengan harga yang berpotensi meroket ke level US$ 150 hingga US$ 175 per ton.

Berkaca pada skenario tersebut, AADI berpeluang tumbuh 20% hingga 94% sepanjang tahun ini hingga tahun 2028 mendatang. Sementara itu, ADMR menyimpan kisah jangka panjang yang memikat lantaran kontribusi jumbo dari smelter aluminium terhadap laba baru akan berdampak nyata pada 2027. Artinya, ruang re-rating masih terbuka lebar selama konflik urung mereda.

Rekomendasi Saham

Menilik deretan sentimen di atas, Abida menilai saham Grup Adaro masih sangat seksi untuk diakumulasi secara selektif dan bertahap. Ia menyematkan rekomendasi buy untuk saham AADI sebagai top pick dengan target harga Rp 12.400 per saham.

Menyusul kemudian, buy saham ADRO dengan target harga Rp 2.630 per saham dan buy saham ADMR dengan target Rp 2.000 per saham.

Meski demikian, Abida mewanti-wanti potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah. Jika ketegangan mereda, kondisi ini bisa membalikkan reli harga komoditas secara drastis.

Di luar itu, wacana pengetatan Domestic Market Obligation (DMO) yang berpotensi memangkas margin ekspor, serta risiko keterlambatan commissioning smelter ADMR wajib dicermati sebagai risiko yang membayangi pergerakan harga ke depan.

Dari meja riset lain, Mandiri Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham ADRO dengan target harga Rp 3.000 per saham. Setali tiga uang, MNC Sekuritas menyarankan buyuntuk saham AADI dengan patokan target harga Rp 13.750 per saham.

Kendati pergerakan sahamnya menggoda, Reydi meminta investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi. Untuk jangka pendek, saham Grup Adaro masih menggiurkan dari sisi momentum trading.

Namun, investasi jangka menengah menuntut strategi yang berbeda lantaran membutuhkan kedisiplinan tingkat tinggi dalam mengelola risiko.

Beberapa faktor krusial yang patut diwaspadai meliputi potensi koreksi harga batubara, meredanya tensi geopolitik global, serta ancaman aksi profit taking pasca-reli panjang saham-saham Grup Adaro.

Mengamini hal tersebut, Wafi mengingatkan bahwa saat ini bukan waktu yang ideal untuk agresif masuk pasar. Harga yang sudah telanjur melambung tinggi membuka ruang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) dalam tempo singkat.

Oleh karena itu, ia menyarankan strategi buy on weakness untuk saham AADI, ADRO, dan ADMR. Wafi juga mengingatkan investor untuk terus mengawasi berbagai risiko ke depan, seperti normalisasi harga batubara, perlambatan roda ekonomi di negara importir utama seperti China dan India, serta tekanan dari tren transisi energi global.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

2 April 2026 pukul 00.00

02/04/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

2 April 2026 pukul 00.00

02/04/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

2 April 2026 pukul 00.00

02/04/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

2 April 2026 pukul 00.00

02/04/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

2 April 2026 pukul 00.00

02/04/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh