Katadata
Tayang pada
7 Januari 2026 pukul 00.00
Sinyal Baru Aksi Korporasi Emiten Logistik Batu Bara RMK Energy (RMKE)
Emiten pengangkutan jasa logistik batu bara, PT RMK Energy Tbk (RMKE) membeberkan sinyal aksi korporasi baru. Kabar itu muncul seiring dengan ekspansi bisnis logistik batu bara yang kian agresif dan bertambahnya pelanggan dan optimalisasi infrastruktur hauling road di Muara Enim.
Manajemen menyebut peluang aksi tersebut terbuka, di saat perseroan mulai merealisasikan kerja sama pengangkutan dengan sejumlah pelanggan baru yang berpotensi mendorong kenaikan volume angkutan hingga 1 juta ton per tahun dan memperkuat kinerja segmen jasa pada 2026. Meski begitu manajemen belum menjelaskan detail aksi.
“Aksi korporasi masih belum bisa share tapi terbuka ke arah sana,” ucap Head Investor & Public Relations RMK Energy, Julius Caesar Samosir, ketika dihubungi Katadata.co.id, Senin (5/1).
Julius mengatakan saat ini RMKE menjalin kerja sama pengangkutan batu bara dengan tiga pelanggan baru. Salah satunya PT Menambang Muara Enim (MME) yang pengangkutan perdana untuk MME telah direalisasikan pada Desember 2025.
Kerja sama lainnya yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), dan PT Duta Bara Utama (DBU) yang berlokasi di Muara Enim. Kerja sama strategis itu meliputi layanan logistik batu bara secara terintegrasi, mulai dari pengangkutan melalui fasilitas hauling road, pemuatan di Stasiun Muat Gunung Megang, hingga proses pemuatan ke kapal tongkang (barge loading).
Hauling road adalah jalan khusus yang dibangun untuk aktivitas pengangkutan hasil tambang, seperti batu bara, dari area tambang menuju fasilitas berikutnya (stockpile, stasiun muat, pelabuhan, atau terminal khusus).
Tak hanya itu, aksi itu juga berpotensi volume angkutan hingga 1 juta ton per tahun dan diperkirakan akan meningkatkan volume operasional sekaligus berkontribusi signifikan terhadap pendapatan segmen jasa RMKE pada 2026.
Direktur RMK Energy, Vincent Saputra, mengatakan optimalisasi fasilitas infrastruktur baru menjadi kunci pertumbuhan kinerja jasa RMKE sepanjang 2025. Fasilitas jalan khusus batu bara yang baru rampung telah berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan segmen jasa.
Hingga November 2025, terdapat 3 pelanggan baru yang memanfaatkan hauling road, dengan total batu bara yang diangkut mencapai 1,3 juta ton.
Melihat potensi besar di area operasional, Vincent menyebut RMKE akan terus ekspansif untuk meningkatkan aksesibilitas logistik bagi tambang-tambang di sekitarnya. Ia juga menyebut kedepannya perseroan akan fokus menambah konektivitas hauling road menuju tambang-tambang di Muara Enim.
“Pada akhir 2025 kami menargetkan akan mendapatkan 4 customer baru dari total 19 tambang-tambang potensial di area tersebut,” kata Vincent dalam keterangannya.
RMKE Jalin Kerja Sama Kelola Lahan Medco Energi (MEDC)
Sebelumnya, PT RMK Energy Tbk (RMKE) melalui entitas anaknya PT Royaltama Mulia Kencana (RMUK) menandatangani nota kesepahaman pemanfaatan lahan di area kontraktor kerja sama PT Medco E&P Lematang.
Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan seluas 500 meter persegi di Desa Bangun Sari, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas hauling road yang terintegrasi dengan stasiun muat Gunung Megang milik RMKE, sebagai bagian dari finalisasi akses jalan menuju tambang-tambang potensial di wilayah Muara Enim dan Tanjung Enim.
Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra, mengatakan sinergi ini memungkinkan perseroan segera menyelesaikan akses dari tambang potensial menuju stasiun muat perusahaan.
“Fasilitas ini akan mempercepat pencapaian target jangka panjang kami, yaitu mengangkut 20 juta ton batu bara dengan konektivitas yang seamless ke tambang-tambang yang belum berproduksi, karena saat ini menghadapi hambatan logistik di Sumatera Selatan,” ucapnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (29/12).
Muncul Target Saham Rp 7.800
Apabila menilik perdagangan saham Senin (5/1) saham RMKE turun 1,68% ke Rp 5.850 dan kapitalisasi pasarnya sudah mencapai Rp 25,59 triliun. Dalam enam bulan terakhir, saham RMKE terpantau sudah terbang hingga 1.047,06%
Padahal jika ditarik pada Januari 2025, saham RMKE berada di level Rp 500 dan sempat berada di titik terendahnya yakni di harga Rp 498 per saham. Kemudian pada 17 September saham RMKE menyentuh Rp 1.005 atau naik 101%.
Di tengah kenaikan harga saham itu, Phillip Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli dengan target harga Rp 7.800, yang mencerminkan potensi kenaikan 60,2%. Harga itu juga didukung oleh valuasi yang dinilai menarik dengan rasio harga terhadap laba tahun buku 2026 sebesar 44,1 kali.
Selain itu penilaian berbasis discounted cash flow (DCF) dengan weighted average cost of capital (WACC) sebesar 10,3%. Equity Research Analyst Philip Sekuritas, Marvin Lievincent memperkirakan momentum pertumbuhan laba akan menguat seiring peningkatan volume logistik. Kemudian didukung juga peralihan produsen ke koridor yang terhubung dengan jalur rel, serta implementasi larangan pengangkutan batu bara melalui jalan raya mulai 2026.
“Kontribusi yang lebih besar dari layanan logistik bermargin tinggi diperkirakan akan meningkatkan profitabilitas, menempatkan RMKE sebagai salah satu operator dengan pertumbuhan tercepat di sektor logistik batu bara Indonesia,” tulis Marvin dalam dalam risetnya, dikutip Senin (29/12).
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada