Bloomberg Technoz

Tayang pada

15 Januari 2026 pukul 00.00

RI Tekan Produksi, Stok DMO Dinilai Aman Pakai Batu Bara Campuran

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining & Energi Forum (IMEF) menilai penguatan fasilitas pencampuran jenis batu bara berbeda atau coal blending menjadi solusi jangka panjang untuk mengamankan stok batu bara, khususnya guna memenuhi kewajiban pasok dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Hal ini sekaligus menjawab pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 akan dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton, lebih rendah dari target tahun lalu sebanyak 735 juta ton.

Ketua IMEF Singgih Widagdo mengatakan upaya pengamanan DMO tidak cukup hanya mengandalkan pengaturan volume produksi, tetapi juga perlu memperhatikan sebaran dan kualitas batu bara nasional.

"Untuk memperkuat DMO, khususnya dalam mengamankan pasokan batu bara di dalam negeri, perlu diperkuat dengan coal blending," jelas Singgih saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, pembangunan fasilitas coal blending tersebut dapat melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai sumber pendanaan.

Apalagi, menurutnya, selain berpotensi memberikan keuntungan, langkah tersebut dinilai mampu mengoptimalkan cadangan batu bara.

"Budget pembangunan coal blending, bisa saja dibangun Danantara. Mengingat selain mendapatkan keuntungan, mengoptimalkan cadangan batu bara dan sekaligus menjaga keamanan pasokan batu bara nasional," kata Singgih.

Singgih juga menambahkan, peran Danantara dalam pengembangan coal blending juga dapat menjadi perpanjangan visi Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Untuk itu, dia menilai penetapan RKAB pertambangan selama tiga tahun lebih tepat dibandingkan dengan skema tahunan.

Dengan memahami kondisi industri pertambangan, kebutuhan energi nasional, serta peta pasar ekspor, pemerintah dinilai dapat menyusun RKAB tiga tahunan yang tetap fleksibel melalui evaluasi setiap tahun.

"Dengan pelaku usaha pertambangan sebanyak 963, sangat tidak mudah mengelola RKAB dalam tahunan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan belum menetapkan angka target produksi batu bara pada tahun ini, tetapi dia menyatakan dalam RKAB 2026 target produksi akan berada di sekitar 600 juta ton.

“Urusan RKAB, Pak Dirjen Minerba lagi menghitung. [Hal] yang jelas di sekitar 600 juta. Kurang lebih. Bisa kurang, bisa lebih dikit,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Kinerja Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026).

Bahlil berharap pemangkasan produksi yang akan dilakukan Indonesia dapat mengerek harga batu bara ke depannya.

Dalam kesempatan itu, Bahlil turut mengungkapkan produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton.

Realisasi produksi batu bara itu anjlok 5,5% dari capaian sepanjang 2024 sebesar 836 juta ton. Kendati demikian, produksi itu lebih tinggi dari target yang dipatok tahun ini sebesar 739,6 juta ton.

“Saya harus jelaskan dalam forum ini agar tidak ada simpang siur, total produksi batu bara kita di 2025 sebesar 790 juta ton,” kata Bahlil.

Bahlil menerangkan sebagian besar produksi itu disalurkan untuk pasar ekspor, sekitar 514 juta ton atau 65,1% dari total produksi.

Sementara itu, realisasi penyaluran batu bara untuk pasar domestik atau DMO mencapai 254 juta ton atau 32%.

Adapun, stok batu bara yang dicadangkan sampai akhir 2025 sebesar 22 juta ton atau 2,8% dari keseluruhan produksi tambang.

Liputan 6

Tayang pada

15 Januari 2026 pukul 00.00

15/01/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

15 Januari 2026 pukul 00.00

15/01/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

15 Januari 2026 pukul 00.00

15/01/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

15 Januari 2026 pukul 00.00

15/01/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

15 Januari 2026 pukul 00.00

15/01/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh