Bloomberg Technoz
Tayang pada
14 Januari 2026 pukul 00.00
RI Mau Tebas Produksi Batu Bara, PNBP Minerba 2026 Diramal Anjlok
Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri tambang mewaspadai turunnya setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) pada tahun ini, gegara rencana pemangkasan produksi batu bara yang berpotensi tak diikuti oleh penguatan harga komoditas.
Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo berpendapat jika volume produksi menurun dan harga batu bara justru tidak mengalami kenaikan, setoran PNBP dari komoditas batu bara akan menurun.
“Jelas jika volume turun dan harga tidak naik, tentu setoran PNBP akan turun. Kita tahu pada 2024 produksi sebesar 836 juta ton, 2025 sebesar 756 juta ton, atau pengurangan sampai 150 juta ton, hampir 19%. Saya memproyeksikan pendapatan PNBP akan menurun pada 2026,” kata Singgih ketika dihubungi, Selasa (13/1/2026).
Dia memprediksi pemangkasan produksi batu bara yang dilakukan Indonesia pada tahun ini tak akan serta-merta membuat harga si batu hitam tersebut melonjak tinggi dalam jangka waktu lama, meskipun terdapat penurunan pasokan dari Indonesia saat kondisi kelebihan pasokan.
Alasannya, ketika pasokan batu bara dari Indonesia berkurang di pasar global, China dan India diprediksi justru akan meningkatkan produksinya. Hal itu dilakukan kedua negara konsumen terbesar itu guna membuat harga batu bara tak melonjak tinggi.
Singgih memandang China dan India akan sangat menjaga harga emas hitam tersebut agar tak terlalu melonjak tinggi, guna melindungi kepentingan sektor manufaktur dalam negeri.
“Atas kondisi peta proyeksi kondisi industri global, dapat dipastikan China dan India, akan terus berupaya memainkan dan mengelola agar batu bara tidak akan naik tajam, untuk kepentingan menjaga biaya energi dalam menggerakkan sektor manufakturnya,” tegas Singgih.
Meskipun begitu, dia tetap meyakini pemangkasan produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton dapat membuat pengawasan tata kelola industri pertambangan di Indonesia menjadi semakin baik.
“Terpenting bagi kepentingan nasional, dengan pemangkasan produksi menjadi 600 juta ton, tentu prosentasi DMO atas produksi nasional menjadi naik [menyesuaikan target produksi]. Dan yang harus dijaga keamanan pasokan batu bara di dalam negeri, khususnya untuk kebutuhan kelistrikan umum tetap terjaga,” papar dia.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 akan dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton, lebih rendah dari target tahun lalu sebanyak 735 juta ton.
Bahlil menegaskan belum menetapkan angka target produksi batu bara pada tahun ini, tetapi dia menyatakan dalam RKAB 2026 target produksi akan berada di sekitar 600 juta ton.
“Urusan RKAB, Pak Dirjen Minerba lagi menghitung. [Hal] yang jelas di sekitar 600 juta. Kurang lebih. Bisa kurang, bisa lebih dikit,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Kinerja Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026).
Bahlil berharap pemangkasan produksi yang akan dilakukan Indonesia dapat mengerek harga batu bara ke depannya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil turut mengungkapkan produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton.
Realisasi produksi batu bara itu anjlok 5,5% dari capaian sepanjang 2024 sebesar 836 juta ton. Kendati demikian, produksi itu lebih tinggi dari target yang dipatok tahun ini sebesar 739,6 juta ton.
“Saya harus jelaskan dalam forum ini agar tidak ada simpang siur, total produksi batu bara kita di 2025 sebesar 790 juta ton,” kata Bahlil.
Bahlil menerangkan sebagian besar produksi itu disalurkan untuk pasar ekspor, sekitar 514 juta ton atau 65,1% dari total produksi.
Sementara itu, realisasi penyaluran batu bara untuk pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) mencapai 254 juta ton atau 32%.
Stok batu bara yang dicadangkan sampai akhir 2025 sebesar 22 juta ton atau 2,8% dari keseluruhan produksi tambang.
Di sisi lain, PNBP dari sektor ESDM–khususnya tambang atau minerba—sepanjang 2025 mencapai Rp138,37 triliun.
Realisasi tersebut setara dengan 108,56% di atas target Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun lalu yang senilai Rp127,44 triliun.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada