Bloomberg Technoz

Tayang pada

26 Maret 2026 pukul 00.00

Purbaya: Prabowo Setujui Angka BK Batu Bara, Bisa Berlaku 1 April

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui besaran bea keluar (BK), khusus untuk komoditas batu bara dan nikel. Hal tersebut akan dirapatkan lintas kementerian besok, Kamis (26/3/2026).

“[Hal] yang jelas, kita akan putuskan, rapatnya besok. Akan tetapi, yang jelas, Presiden sudah menyetujui angka tertentu, jadi tidak ada masalah,” ujarnya saat media briefing di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/3/2026).

“Angka sudah diputuskan oleh Presiden, tetapi kan rapatnya bisa diskusikan dahulu, baru kita bisa keluarkan seperti apa nanti. [Batu bara] jelas akan dikenakan biaya keluar sesuai dengan arahan Presiden. Bukan saya yang memutuskan loh.”

Purbaya menolak untuk menyebutkan berapa tepatnya besaran BK batu bara dan nikel yang telah disetujui oleh Prabowo lantaran teknis dari kebijakan baru tersebut masih harus dimatangkan.

Akan tetapi, sebelumnya dia sempat mengutarakan soal usulan tarif BK batu bara diberlakukan berjenjang mulai 5%, 8%, hingga 11%, tergantung kondisi harga batu bara.

Berlaku April

Lebih lanjut, dia menyebutkan, bila tidak ada kendala setelah pembahasan esok, aturan bea keluar batu bara serta besaran baru untuk nikel akan mulai diberlakukan per 1 April atau bulan depan.

“Harusnya kalau besok jadi, ya 1 April. Kalau besok jadi. Belum tahu, kan masih dirapatkan dulu level tax-nya seperti apa. [Hal] yang pasti kan masih angka besar,” tuturnya.

Dia tidak menutup kemungkinan penerapan bea keluar batu bara bisa saja lebih cepat dari target tersebut apabila harga komoditas energi fosil itu terus menguat.

“Kita lihat seperti apa kondisi industrinya, tetapi kalau kepepet bisa [lebih cepat]. Artinya, kalau ini harganya tinggi terus, kita bisa share [segera menerapkan BK] untuk menaikkan income kita,” kata Purbaya.

Penolakan Penambang

Pada kesempatan tersebut, Purbaya tidak mengelak pelaku industri tambang batu bara keberatan dengan rencana penerapan bea keluar tersebut.

Akan tetapi, pemerintah tetap akan menjalankan kebijakan itu lantaran harga batu bara tengah membaik, sehingga menjadi kesempatan bagi negara untuk menambah pundi-pundi.

“Mereka [pengusaha batu bara] pasti enggak setuju, tetapi kan harga batu bara tinggi sekali sekarang US$135/ton lebih,” ucapnya.

Harga batu bara masih di atas US$140/ton. Pada penutupan Senin (23/3/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 140,5/ton, jatuh 4,1% dari penutupan Jumat.

Harga batu bara sempat menyentuh US$146,5/ton pada perdagangan Jumat (20/3/2026). Ini menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2024 atau hampir 1,5 tahun terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini meroket 20,09% secara point-to-point.

Tetap saja, Purbaya menyebut akan memperhatikan kondisi industri batu bara, agar profitabilitas penambang tidak terganggu terlalu dalam akibat kebijakan bea keluar tersebut.

Dalam hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga akan menghitung besaran bea keluar yang layak dan tidak memberatkan pelaku industri.

Purbaya juga kembali menegaskan bahwa Kementerian ESDM nantinya juga akan mengubah target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Dia pun belum mau mengungkapkan berapa target penerimaan dari bea keluar batu bara dan nikel yang potensial dikantongi negara dari kebijakan tersebut.

“[Hal] yang kita omongin ke Pak Presiden baru batu bara sama nikel, [komoditas] yang lain belum kita omongin. Jadi saya enggak tahu dapat persetujuan apa enggak. Kalau dua itu, sepertinya dapat, tinggal teknisnya berapa level yang pas,” ujarnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Purbaya mengaku menargetkan penerimaan negara sejumlah Rp25 triliun dari pengenaan BK batu bara saja.

"Itu kita kejar, cari [setoran negara dari pengenaan bea keluar batu bara] Rp25 triliun dari situ,” kata Purbaya ketika ditemui Bloomberg Technoz di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026), malam.

Adapun, Kementerian ESDM mencatat realisasi produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton, anjlok 5,5% dari capaian sepanjang 2024 sejumlah 836 juta ton.

Sebagian besar produksi itu disalurkan untuk pasar ekspor, yaitu sekitar 514 juta ton atau 65,1% dari total produksi. Sementara itu, realisasi penyaluran batu bara untuk pasar domestik mencapai 254 juta ton atau 32%.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara terkoreksi 3,66% ke level 390,93 juta ton sepanjang Januari—Desember 2025, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 405,76 juta ton.

Berdasarkan nilainya, kinerja ekspor batu bara sepanjang 2025 turun 19,7% ke level US$24,48 miliar atau sekitar Rp411,14 triliun (asumsi kurs Rp16.795 per dolar AS).

Torehan kinerja ekspor batu bara tahun lalu terpaut lebar dari capaian sepanjang 2024 di level US$30,49 miliar atau sekitar Rp512,07 triliun.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

26 Maret 2026 pukul 00.00

26/03/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

26 Maret 2026 pukul 00.00

26/03/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

26 Maret 2026 pukul 00.00

26/03/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

26 Maret 2026 pukul 00.00

26/03/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

26 Maret 2026 pukul 00.00

26/03/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh