JAWAPOS

Tayang pada

6 Mei 2026 pukul 00.00

Prospek Cerah Industri Batubara dan Nikel Dorong Kebutuhan Kontraktor Pertambangan

JawaPos.com – Permintaan listrik nasional diperkirakan meningkat sebesar 5,3 persen setiap tahunnya. Walaupun penggunaan energi baru terbarukan terus meningkat, batu bara tetap memegang peranan strategis dalam bauran energi nasional.

Tumbuhnya permintaan listrik nasional mendorong proyeksi pertumbuhan konsumsi batu bara yang stabil sebagai pilar utama produksi listrik tanah air. Di sisi lain, nikel muncul sebagai komoditas penggerak masa depan yang sangat krusial bagi transisi energi global.

Indonesia saat ini telah mengukuhkan posisinya dengan mendominasi produksi nikel global dengan menguasai 67% pangsa pasar. Posisi Indonesia diproyeksikan semakin kuat, hingga mampu memimpin produksi nikel dunia dengan menguasai 74% pangsa pasar pada 2035.

Peningkatan aktivitas pada kedua komoditas unggulan ini mendorong lonjakan kebutuhan operasional secara signifikan di lapangan. Akibatnya, skala aktivitas pertambangan menjadi jauh lebih masif dan memiliki tingkat kompleksitas teknis yang semakin tinggi.

Peningkatan kualitas kompleksitas teknis operasional pertambangan modern, membuat pemilik tambang tidak dapat menangani semua persoalan secara langsung. Peran kontraktor jasa pertambangan menjadi semakin vital dalam kondisi ini, karena berfungsi sebagai enabler utama yang menjamin terciptanya efisiensi dan produktivitas. Kesuksesan proyek tambang sangat bergantung pada konsistensi dan kualitas eksekusi operasional di lapangan.

"Di industri pertambangan, yang paling menentukan bukan hanya resource, tapi konsistensi eksekusi di lapangan," ujar Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine.

Gahari yakin prospek industri pertambangan ke depan akan tetap kuat. Proyeksi untuk energi konvensional tetap stabil di tengah percepatan program hilirisasi nasional. Melihat potensi ini, Andalan berkomitmen untuk menjaga kualitas operasional serta mempererat kemitraan strategis.

Selama 8 tahun berdiri, Andalan fokus pada penyediaan solusi end-to-end, mulai dari fase eksplorasi, produksi, hingga tahap reklamasi. Perseroan saat ini mengelola sejumlah kontrak operasional strategis, termasuk kerja sama dengan PT Satria Bahana Sarana di wilayah operasi PT Bukit Asam Tbk.

Memasuki 2026, Andalan memperkuat posisinya dengan mengamankan berbagai kontrak baru di sektor operasional batubara. Kontrak tersebut mencakup pekerjaan dari PT Daya Bumindo Karunia, PT Intan Bumi Persada, dan PT Arkara Prathama Energi.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

6 Mei 2026 pukul 00.00

06/05/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

6 Mei 2026 pukul 00.00

06/05/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

6 Mei 2026 pukul 00.00

06/05/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

6 Mei 2026 pukul 00.00

06/05/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

6 Mei 2026 pukul 00.00

06/05/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh