BLOOMBERG TECHNOZ
Tayang pada
Produksi Minerba 2025: Batu Bara 817 Juta Ton, Nikel 320 Juta Ton
Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi produksi komoditas mineral dan batu bara (minerba) 2025, di mana output batu bara Indonesia tercatat mencapai 817,48 juta ton dan bijih nikel 320,37 juta ton.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, dari total produksi batu bara 817,48 juta ton tersebut, sekitar 63,89% atau 523,35 juta ton dialokasikan untuk ekspor.
Sementara itu, 264,88 juta ton atau 30,2% diserap pasar domestik melalui skema domestic market obligation (DMO), sedangkan sisanya sekitar 5,9% atau 48,25 juta ton tercatat sebagai stok.
Penyerapan batu bara domestik terbesar berasal dari sektor kelistrikan dengan volume mencapai 141,4 juta ton.
Selanjutnya, industri smelter menyerap sekitar 76,3 juta ton batu bara, industri semen 8,78 juta ton, industri kertas 5,42 juta ton, pupuk 1,02 juta ton, tekstil 0,86 juta ton, serta sektor lainnya sekitar 13,1 juta ton.
Produksi Mineral
Dari golongan mineral logam, produksi bijih nikel Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 320,37 juta ton. Sementara itu, produksi nickel matte dilaporkan sebesar 91.500 ton dan feronikel mencapai 579.430 ton.
Produksi bijih tembaga dilaporkan mencapai 101,59 juta ton. Selanjutnya, produksi konsentrat tembaga mencapai 2,3 juta ton dan katoda tembaga sebesar 330.240 ton.
Untuk bijih timah, produksi tahun lalu tercatat sebesar 98.670 ton, konsentrat timah 64.750 ton, serta logam timah mencapai 55.040 ton.
Sementara itu, produksi bijih bauksit dilaporkan mencapai 33,75 juta ton dan konsentrat besi sekitar 1,2 juta ton, sedangkan produksi bijih besi mencapai 2,19 juta ton.
Pada logam mulia, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mencatat produksi logam emas mencapai 81,2 ton dan logam perak sebesar 402,7 ton.
Sebagai catatan, Ditjen Minerba dalam rencana kerja strategis (renstra) mematok target produksi bijih nikel sebesar 209,08 juta ton pada tahun ini.
Akan tetapi, dalam realisasinya pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, kuota produksi bijih nikel disetujui sekitar 260—260 juta ton.
Selain itu, dalam renstra Ditjen Minerba Kementerian ESDM, produksi batu bara dicanangkan sebanyak 733 juta ton. Dari besaran itu, sekitar 247,9 juta ton ditargetkan diserap oleh pasar domestik untuk program DMO.
Dalam perkembangannya, Kementerian ESDM hanya menyetujui kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton.
Berikut target produksi komoditas mineral yang ditetapkan Ditjen Minerba tahun ini dalam renstra 2026:
Katoda Tembaga: 696.800 ton
Logam Emas: 112,91 ton
Logam Timah: 65.860 ton
Fero Nikel: 540.400 ton
Nickel Matte: 91.600 ton
Smelter Grade Alumina: 0
Sponge Ferro Alloy: 1,7 juta ton
Bijih Nikel: 209,08 juta ton
Bijih Bauksit: 22,64 juta ton
Bijih Tembaga: 91,5 juta ton
Bijih Besi: 7,2 juta ton
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada