KONTAN
Tayang pada
19 Januari 2026 pukul 00.00
Penambang Perlu Siasati Peta Pasar Ekspor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen batubara perlu mengantisipasi secara cermat langkah yang ditempuh dua negara utama importir batubara dunia China dan India untuk menekan penggunaan batubara. Kedua negara ini mengerem impor batubara demi meningkatan sumber listrik dari energi baru terbarukan (EBT).
Melansir Bloomberg, Rabu (14/1), Lauri Myllyvirta, Analis Utama di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih yang menulis untuk Carbon Brief, mengatakan China dan India pada 2025 kompak menurunkan ketergantungan mereka pada batubara.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menyatakan pihaknya akan mendorong perlunya strategi adaptif yang diterapkan pada sektor tambang batubara dalam negeri. "Penurunan hasil batubara listrik di China dan India sebagai indikator perubahan tren permintaan global yang dapat mengurangi ekspor batubara termal Indonesia dalam jangka menengah - panjang. Industri perlu menyiapkan strategi adaptif terhadap transisi energi di kedua negara tersebut," ungkap Gita kepada KONTAN, kemarin.
Di sisi lain, Gita menyebutkan dengan adanya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan untuk tahun 2026, khususnya untuk batubara, maka akan berpengaruh pada volume ekspor batubara ke depan.
"Kita belum bisa memproyeksikan lebih lanjut setelah ada pertanyaan terkait produksi yang masih belum clear angkanya. Jika diasumsikan, angka ekspor pasti akan mengikuti angka domestic market obligation (DMO) karena prioritas tetap pasokan dalam negeri. Jadi kita masih menunggu kepastian angka produksi dari pemerintah," jelas dia.
Meski begitu, APBI optimistis bahwa kebutuhan batubara China dan India akan terus meningkat ke depan. Berdasarkan data terakhir APBI, China membutuhkan hingga 325,9 juta ton batubara per tahun dan India 194,1 juta ton batubara per tahun.
"Meskipun hasil dari listrik batubara di China dan India menurun, kebutuhan impor batubara termal mereka masih besar di 2026," kata dia.
Ini artinya penurunan hasil atau produksi listrik belum tentu juga menghilangkan kebutuhan impor. Namun lebih mencerminkan pelemahan permintaan dan adanya pertumbuhan EBT di sana.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada