Bloomberg Technoz

Tayang pada

25 Maret 2026 pukul 00.00

Pemerintah Putuskan Kenaikan RKAB Usai Lebaran 2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan keputusan peningkatan kuota produksi batu bara dan revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) 2026 bakal dilakukan setelah Lebaran.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan wacana yang bertujuan untuk menambal defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut masih akan dibahas pada tingkat teknis antara kementerian lembaga.

"Masih akan dibahas di level teknis antar kementerian lembaga, diputuskan setelah Lebaran," ujar Haryo kepada awak media, Jumat (20/3/2026).

Perlu diketahui, manuver itu belakangan didorong seiring dengan menguatnya harga batu bara di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun, Haryo belum menjelaskan dengan lengkap berapa proyeksi harga komoditas batu bara berdasarkan analisis Kementerian Perekonomian akibat konflik tersebut.

Hal yang terang, pemerintah menilai gabungan kebijakan antara efisiensi kementerian/lembaga, skema bekerja dari rumah (work from home) hingga kenaikan harga komoditas diharapkan dapat menjadi penyeimbang APBN sesuai dengan kebutuhan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah bakal mengerek kembali kuota produksi batu bara tahun ini untuk menambal defisit APBN. Rencana itu sekaligus menganulir kebijakan otoritas mineral dan batu bara yang ingin memangkas produksi dalam RKAB 2026.

“Bapak presiden meminta agar volume dari pada produksi batu bara bisa ditingkatkan, artinya akan ada perbaikan terkait dengan RKAB,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Airlangga berharap upaya perbaikan RKAB batu bara itu bisa mengerek penerimaan negara di tengah kecenderungan menguatnya harga komoditas emas hitam itu belakangan.

Dia menambahkan pemerintah juga tengah menghitung rencana penerapan pajak ekspor batu bara untuk memperkuat posisi APBN di tengah risiko kenaikan harga energi saat ini.

“Harapannya pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit, itu juga akan ada pendapatan pemerintah yang ikut meningkat,” kata dia.

Pada Senin (16/3/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 135/ton. Terpangkas 1,68% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga komoditas ini pun genap turun dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga terpotong 2,7%.

Pada 9 Maret lalu, harga batu bara menyentuh titik tertinggi sejak November 2024 atau lebih dari setahun terakhir yaitu di US$ 143,8/ton. Namun selepas itu, harga cenderung turun meski masih bertahan di level tinggi.

Kenaikan harga minyak bumi ikut mengerek batu bara. Sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, harga si emas hitam meroket.

Dalam sepekan terakhir, harga minyak jenis brent melesat 17,37%. Sedangkan yang jenis light sweet terangkat 15,08%.

Saat harga minyak makin mahal, ini akan mendorong peralihan ke sumber energi primer lainnya termasuk batu bara. Ekspektasi peningkatan permintaan mendorong harga batu bara ke utara.

Sebelumnya, Kementerian ESDM berencana untuk memangkas target produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 600 juta ton atau setengah dari persetujuan RKAB tahun sebelumnya sekitar 1,2 miliar ton.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan pemerintah bakal memangkas target produksi secara proporsional.

Salah satu aspek yang dipertimbangkan, kata Tri, yakni seberapa besar setoran PNBP ke negara yang dikontribusikan perusahaan batu bara tersebut.

“Namun, otomatis kita proporsional artinya yang PNBP-nya gede, yang kontribusinya gede itu otomatis pemotongannya enggak begitu [besar],” kata Tri ketika ditemui di Menara Bank Mega, Kamis (5/2/2026).

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

25 Maret 2026 pukul 00.00

25/03/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

25 Maret 2026 pukul 00.00

25/03/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

25 Maret 2026 pukul 00.00

25/03/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

25 Maret 2026 pukul 00.00

25/03/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

25 Maret 2026 pukul 00.00

25/03/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh