Investor Daily
Tayang pada
11 Februari 2026 pukul 00.00
Nyala Bisnis Batu Bara PTBA
JAKARTA, investor.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan volume penjualan batu bara sebanyak 11,7 juta ton pada kuartal IV-2025 (4Q25) atau turun 3% qoq, namun naik 1% yoy. Dengan demikian, volume penjualan selama 2025 mencapai 45,4 juta ton, meningkat 6% yoy.
Sebanyak 52% dari total volume penjualan batu bara PTBA pada 4Q25 dialokasikan ke pasar ekspor, yang tumbuh 24% qoq. Sisanya 48% untuk pasar domestik, yang mencatatkan penurunan sebesar 21% qoq.
“Stripping ratio meningkat menjadi 6,3 kali pada 4Q25 dibandingkan 3Q25 yang sebesar 5,7 kali, tetapi turun selama 2025 menjadi 6,1 kali dibandingkan 2024 sebesar 6,2 kali dan lebih rendah dari guidance 2025 yang mencapai 6,5 kali,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai bahwa Bukit Asam (PTBA) relatif tahan banting. PTBA membukukan pendapatan Rp 31,3 triliun selama Januari-September 2025 (9M25) atau naik 2% yoy.
Resiliensi pendapatan itu ditopang oleh kenaikan volume penjualan batu bara, meskipun tertahan oleh penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP).
Adapun laba kotor PTBA terpangkas 36% yoy menjadi Rp 3,57 triliun, terutama akibat kenaikan biaya pendapatan (cost of revenue) sebesar 11% yoy.
“Kenaikan biaya tersebut dipicu oleh harga bahan bakar, logistik, dan jasa pertambangan yang lebih tinggi, serta tekanan dari harga jual batu bara,” tulis Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas dalam risetnya.
Target Harga Saham & Potensi Dividen
Proyek hilirisasi dimethyl ether (DME) dapat menjadi katalis jangka panjang bagi Bukit Asam (PTBA). Proyek DME diperkirakan menyumbang laba tahunan sekitar Rp 1,4-2,3 triliun atau setara 10-20% dari laba PTBA.
Kiwoom Sekuritas menetapkan rekomendasi hold untuk saham PTBA. Berdasarkan pendekatan valuasi relatif yang menggunakan P/E dan PBV, Kiwoom Sekuritas mematok target harga saham PTBA sebesar Rp 2.670 dari sebelumnya Rp 2.610.
Valuasi tersebut mencerminkan P/E sebesar 9,7 kali, EV/EBITDA mencapai 2,12 kali, dan PBV sebesar 1,26 kali.
Saat ini, saham PTBA diperdagangkan pada forward P/E sebesar 8,82 kali atau lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang sekitar 13 kali, serta estimasi PBV sebesar 1,14 kali dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang mencapai 1,17 kali.
Kiwoom Sekuritas juga memperkirakan potensi imbal hasil dividen (dividend yield) PTBA sebesar 7,7% pada 2026 dan 5,7% pada 2027 – dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) mencapai 75%.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada