Bloomberg Technoz

Tayang pada

24 Februari 2026 pukul 00.00

Minggu Lalu Turun, Cek Target Harga Batu Bara Pekan Ini

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara tidak banyak bergerak pada perdagangan pekan lalu. Bagaimana proyeksi gerak harga si batu hitam minggu ini?

Pada Jumat (20/2/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 116,2/ton. Naik tipis 0,04% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini datang usai harga komoditas tersebut turun dua hari beruntun. Dalam dua hari itu, harga terpotong 0,77%.

Namun secara mingguan, harga batu bara masih membukukan koreksi 0,43% secara point-to-point.

Harga batu bara masih dekat dengan level US$ 117/ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Sentimen positif sedang menaungi bahan bakar fosil ini.

Di China, pemerintahan Presiden XI Jinping menyetujui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru sebanyak 78 gigawatt sepanjang 2025. Ini adalah kenaikan tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Sementara di Amerika Serikat (AS), pemerintahan Presiden Donald Trump mengalokasikan US$ 175 juta untuk pendanaan modernisasi enam PLTU. Trump juga menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya.

Berbagai kabar itu menjadi angin segar bagi batu bara. Sepanjang 2026 (year-to-date), harga batu bara naik 8,09%.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana proyeksi gerak harga batu bara untuk pekan ini? Apakah akan ada pergerakan yang lebih signifikan?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 66. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 93. Sepertinya investor patut waspada, karena angkanya sudah di atas 80 yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan minggu ini, harga batu bara masih berisiko turun lagi. Target support terdekat adalah US$ 113/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 111/ton bisa menjadi target selanjutnya.

Apabila harga batu bara terus turun, maka bisa saja mengetes support lanjutan di rentang US$ 109-106/ton.

Namun andai harga batu bara masih kuat menanjak, maka US$ 117/ton rasanya akan menjadi resisten terdekat. Target berikutnya ada di US$ 118-119/ton.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 120/ton.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

24 Februari 2026 pukul 00.00

24/02/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

24 Februari 2026 pukul 00.00

24/02/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

24 Februari 2026 pukul 00.00

24/02/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

24 Februari 2026 pukul 00.00

24/02/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

24 Februari 2026 pukul 00.00

24/02/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh