KONTAN

Tayang pada

Lonjakan Harga Batubara Memacu Laju Saham Emiten Grup Alamtri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham emiten pertambangan batubara Grup Alamtri melaju kencang di sepanjang tahun berjalan 2026.

Yang paling mentereng adalah saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Mengutip Bloomberg, Senin (29/6), harga saham ADRO melesat 30,41% sejak awal tahun ini atau year to date (YtD) ke Rp 2.280.

Mengikuti jejak sang induk, saham anak usaha ADRO di bidang pertambangan batubara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga melejit 22,47% (YtD) ke Rp 7.950.

Sayang, anak usaha ADRO lainnya, yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), sahamnya justru turun -10,10% (YtD) sejak awal tahun ke level Rp 1.365 per saham.

Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan mencermati, kenaikan signifikan harga saham ADRO dan AADI ditopang sentimen positif pasar.

Menurutnya, pasar melihat ADRO dan AADI sebagai proksi yang paling diuntungkan kenaikan harga batubara termal. Ditambah lagi, kedua emiten termasuk royal dalam membagikan dividen.

Untuk AADI, lonjakan harga saham didukung oleh karakter bisnisnya yang murni memproduksi dan menjual batubara termal yang rendah sulfur dan abu. Plus, yield dividen tahun buku 2025 yang dinilai menarik.

Sedangkan kenaikan harga saham ADRO selain ditopang eksposur harga batubara, pasar mulai memberi nilai tambah terhadap aksi korporasinya. Di antaranya, pembelian kembali (buyback) saham, pembagian dividen, dan target pendapatan baru dari bisnis aluminium.

Berbeda dengan ADRO dan AADI, saham ADMR tertahan lantaran lebih fokus ke bisnis batubara metalurgi. Dus, ADMR tidak mendapatkan manfaat yang sama dari penguatan batubara termal.

"Potensi upside ADMR juga masih bergantung pemulihan harga batubara metalurgi dan progres proyek hilirisasi aluminiumnya, sehingga pasar cenderung lebih hati-hati," ujar Ekky, Senin (29/6).

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menimpali, kenaikan harga batubara termal seiring kekhawatiran krisis energi jadi katalis langsung bagi saham ADRO dan AADI yang memiliki leverage tinggi terhadap harga komoditas ini.

Keduanya juga didukung oleh margin operasional yang pulih lebih cepat karena struktur biaya tambang relatif stabil.

Prospek saham

Terlebih, ADRO juga didukung narasi transformasi ke energi baru terbarukan (EBT) yang kuat melalui proyek pembangkit hidro 1,3 gigawatt (GW). "ADRO juga punya proyek pembangkit surya 0,4 GW, dan ekspor listrik ke Singapura yang memberikan valuasi premium," jelas Abida.

Abida menambahkan, tren bullish saham ADRO maupun AADI berpotensi berlanjut pada semester II-2026. Hal ini seiring adanya wacana kenaikan harga domestic market obligation (DMO) yang secara langsung menguntungkan keduanya.

Sentimen positif lain, datang dari kebijakan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dimulai Juli nanti serta mulai beroperasinya proyek EBT ADRO secara bertahap.

Sedangkan Ekky menganalisa, jika pada semester II-2026 harga batubara termal tetap kuat dan kebijakan output Indonesia masih ketat, saham ADRO dan AADI tetap memiliki daya tarik yang lebih besar dibandingkan ADMR.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengingatkan, volatilitas kurs rupiah bisa jadi sentimen negatif bagi emiten Grup Alamtri.

Meski menguntungkan untuk penjualan ekspor, pelemahan rupiah bisa meningkatkan beban operasional tertentu. Sentimen negatif lainnya adalah ketidakpastian regulasi terkait pungutan ekspor dan kebijakan DMO.

Di antara emiten Alamtri, Nafan memprediksi, AADI berpotensi mencatat kinerja operasional dan pergerakan saham paling unggul. Penyebabnya, usai restrukturisasi internal, AADI menjadi kendaraan utama yang mengonsolidasikan seluruh bisnis batubara Grup Alamtri.

Nafan merekomendasi add AADI dengan target harga di Rp 9.475 per saham.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh