KONTAN
Tayang pada
10 Maret 2026 pukul 00.00
Kontribusi Bisnis Batubara Menyusut, TBS Energi (TOBA) Fokus Perluas Bisnis Hijau
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menata ulang portofolio bisnis di sepanjang 2025. Ini merupakan bagian dari perjalanan bisnis TOBA yang akan beralih ke bisnis hijau.
Di 2025, TOBA juga telah menuntaskan akuisisi Sembcorp Environment, yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Ini memperkuat posisi TOBA dalam bisnis pengelolaan limbah di Singapura.
Dalam laporan yang dirilis Senin (9/3/2026), TOBA membukukan EBITDA disesuaikan positif sebesar US$ 47,2 juta dengan posisi saldo kas di level US$ 102,3 juta atau meningkat 15% dari posisi tahun sebelumnya.
Adapun pendapatan dari segmen pengelolaan limbah berkontribusi sebesar US$ 155,4 juta. Menyusul pendapatan dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara sebesar US$ 194,6 juta.
Dari sisi bottom line, TOBA membukukan rugi bersih sebesar US$ 162 juta. Ini seiringan dengan penurunan harga batubara dunia sepanjang 2025 dan kerugian non kas tidak berulang akibat divestasi PLTU sebesar US$ 97 juta.
Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina menjelaskan secara proporsi, kontribusi pendapatan dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara dari 81% menjadi 51% mencerminkan arah strategi bisnis TOBA.
“Ini mencerminkan arah strategis TBS untuk secara bertahap menurunkan eksposur terhadap batubara sekaligus mempercepat pergeseran menuju portofolio yang lebih berkelanjutan,” jelas dia dalam paparan, Senin (9/3/2026).
Juli bilang penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang untuk mempercepat pertumbuhan pilar bisnis pengolahan limbah, energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Menurutnya, strategi diversifikasi ini relevan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang mulai memberikan tekanan pasar pasar energi global dan diversifikasi bisnis merupakan cara untuk menghadapi volatilitas yang ada.
“Strategis bisnis yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan dan kendaraan listrik menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional karena memberikan fleksibilitas,” kata Juli.
Lewat skema rent-to-own pada ekosistem motor listrik Electrum, misalnya, TOBA hanya memitigasi dampak fluktuasi harga minyak bagi para pekerja sektor informal, tetapi juga memperkokoh fondasi bisnis hijau.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada