ASATUNEWS

Tayang pada

21 April 2026 pukul 00.00

Kenaikan Harga Batubara Newcastle Perkuat Proyeksi Laba BUMI

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpeluang mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara kuartalan pada kuartal II 2026 menyusul pulihnya harga batubara Newcastle di pasar global per April 2026. Pergerakan indeks acuan tersebut menjadi indikator utama peningkatan harga jual rata-rata perusahaan pada periode berjalan ini.

Pemulihan harga ini terjadi setelah indeks di bursa ICE Newcastle sempat terkoreksi ke level $114 hingga $115 per ton pada Februari 2026. Dilansir dari maybanktrade.co.id, tren penguatan pada April 2026 dipicu oleh tingginya permintaan pembangkit listrik dari pasar Asia, khususnya India yang masih sangat bergantung pada komoditas tersebut.

Manajemen BUMI menetapkan target volume penjualan yang stabil pada kisaran 77 hingga 78 juta ton sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil guna menjaga margin usaha di tengah volatilitas pasar internasional, berkaca pada pencapaian produksi tahun 2025 yang mencapai 74,8 juta metrik ton dengan laba bersih senilai US$ 81 juta.

Pendapatan perusahaan diperkirakan terdampak langsung oleh kenaikan harga global karena mayoritas kontrak penjualan batubara BUMI menggunakan mekanisme harga mengambang. Unit usaha Kaltim Prima Coal (KPC) yang memproduksi batubara kalori tinggi menjadi kontributor utama yang akan memaksimalkan keuntungan dari penguatan indeks Newcastle tersebut.

BUMI tetap memiliki kewajiban untuk mengalokasikan 25 persen dari total produksinya guna memenuhi Domestic Market Obligation (DMO). Harga untuk pasar domestik telah dipatok oleh pemerintah sebesar $70 per ton, sehingga efek positif kenaikan harga global hanya dirasakan pada 75 persen porsi ekspor perusahaan.

Sisi operasional perusahaan menunjukkan perbaikan melalui penurunan stripping ratio menjadi 8 kali pada tahun sebelumnya yang memperlebar ruang margin. Efisiensi ini memberikan ketahanan finansial bagi emiten selama harga jual di pasar internasional mampu bertahan di atas level psikologis $110 per ton hingga pertengahan tahun ini.

Kondisi neraca keuangan yang semakin sehat pasca restrukturisasi utang memunculkan ekspektasi pasar terhadap potensi pembagian dividen perdana pada tahun 2026. Namun, laporan maybanktrade.co.id memberikan catatan mengenai risiko fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang berpotensi memengaruhi beban biaya operasional secara keseluruhan.

Selain faktor nilai tukar, aspek cuaca di wilayah Kalimantan tetap menjadi variabel yang diawasi ketat karena curah hujan tinggi dapat menghambat jalur logistik. Prediksi ketahanan laba bersih kuartal II 2026 sangat bergantung pada posisi harga batubara Newcastle agar tidak merosot ke bawah level $100 per ton.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

21 April 2026 pukul 00.00

21/04/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

21 April 2026 pukul 00.00

21/04/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

21 April 2026 pukul 00.00

21/04/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

21 April 2026 pukul 00.00

21/04/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

21 April 2026 pukul 00.00

21/04/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh