KOMPAS
Tayang pada
Kalimantan Penghasil Batu Bara, Kenapa Masih Mati Listrik? Ini Jawaban PLN
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Pulau Kalimantan yang dikenal sebagai daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia masih mengalami pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.
Merujuk "Data Cadangan Batubara Indonesia Terbaru dan Penyebarannya" yang dirilis PT PGN LNG Indonesia pada Maret 2026, cadangan batu bara nasional mencapai 31.955,50 juta ton.
Dari jumlah tersebut, Pulau Kalimantan menjadi tulang punggung produksi batu bara nasional.
Kalimantan Timur tercatat sebagai kontributor terbesar disusul Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Meski begitu, PT PLN (Persero) menegaskan pemadaman listrik di Kalimantan tidak berkaitan dengan kurangnya pasokan batu bara.
Penyebab Pemadaman Listrik Kalimantan
Pemadaman listrik dipicu oleh gangguan teknis pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di sistem interkoneksi Kalimantan.
Gangguan tersebut berdampak pada penurunan pasokan daya sehingga PLN harus melakukan pengaturan operasional sistem kelistrikan secara terbatas di berbagai daerah, termasuk Kota Balikpapan dan Kota Palangka Raya.
Pelaksana Harian (Plh) Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Annisa Nabiha, mengatakan bahwa proses pemulihan sistem masih terus dilakukan supaya pasokan listrik segera kembali optimal.
"Gangguan yang terjadi masih berkaitan dengan kendala teknis pada salah satu komponen PLTGU, sehingga pasokan listrik ke sistem belum dapat beroperasi secara optimal," kata Annisa, dilansir dari TribunKaltim, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, gangguan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun stok batu bara.
Menurut Annisa, pasokan energi primer saat ini berada dalam kondisi mencukupi.
PLN juga mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain sambil melakukan pengaturan operasional sistem.
Hal itu dilakukan demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan listrik selama proses pemulihan berlangsung.
Terkait kapan sistem kembali normal, Annisa mengatakan PLN belum dapat memastikan karena seluruh tim masih berfokus mempercepat pemulihan.
"Saat ini fokus kami adalah mempercepat proses pemulihan dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan," ujarnya.
"Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan kondisi sistem melalui kanal komunikasi resmi PLN," tambah Annisa.
PLN mengimbau pelanggan mengikuti kanal WhatsApp resmi PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Balikpapan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi kelistrikan dan estimasi pengaturan operasional sistem.
Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan serta memastikan informasi perkembangan pemulihan akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi resmi.
Di sisi lain, Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, juga menyampaikan bahwa pemadaman dilakukan setelah terjadi gangguan teknis pada salah satu PLTGU di sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan daya menurun sehingga PLN harus menerapkan pengaturan beban agar gangguan tidak meluas.
"Perihal ini disebabkan adanya gangguan teknis pada salah satu PLTGU di sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan," terang Gian, dilansir dari TribunKalteng, Jumat (26/6/2026).
"Hal ini kemudian memicu penurunan pasokan daya sehingga PLN harus melakukan pengaturan beban demi menjaga stabilitas sistem jaringan listrik secara menyeluruh agar tidak terjadi gangguan yang lebih luas," lanjutnya.
Gian menyebut pihaknya belum memiliki kepastian mengenai kapan operasional listrik kembali normal karena kondisi pembangkit masih berubah-ubah.
"Perihal ini mohon maaf, masih belum dapat informasi lebih lanjut karena beban pembangkit saat ini bersifat dinamis," imbuhnya.
Wilayah Terdampak Pemadaman
PLN masih menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya.
Kondisi tersebut berlangsung sejak dua hari akibat kendala operasional pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.
Manajer PLN ULP Palangka Raya Timur, Adeck Aprlyan Kurnia Hadi, menerangkan bahwa pengaturan beban dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
Pada pembaruan pukul 10.30 WIB, wilayah yang terdampak antara lain kawasan Bandara Tjilik Riwut, Jalan Bandar Utama, Jalan Rasak, Jalan Meranti, Jalan Ramin, Jalan Akasia, Jalan Jati, Jalan Madang, sebagian Jalan Pilau, Jalan Nyai Undang, Jalan Damang Batu, Jalan Karet, Jalan Pinus Permai, Jalan Wortel, Jalan Brokoli, Jalan Turi, Jalan Nenas, Jalan H Ikap, Jalan Iskandar, Jalan KS Tubun, Jalan Ranying Suring, Jalan Manunggal, sebagian Jalan Seth Adji, Jalan Diponegoro, Keranggan Induk, hingga sebagian Jalan Bengaris.
Pada pembaruan pukul 12.26 WIB, pemadaman bergilir kembali meluas ke Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, Kampus 3 UMPR, Hotel Luwansa, Jalan Mahir Mahar, Jalan RTA Milono, Kelurahan Sabaru, Kereng Bangkirai, Jalan Panenga, Jalan GS Rubay, Jalan Manduhara, Jalan Pasendeng, Jalan Basir Jahan, Jalan Matal, Jalan Surung, Jalan Mangku Raya, Jalan Anggrek, serta kawasan Jalan Kalibata hingga Jalan G Obos IV–XXVI dan sekitarnya.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada