Kabar Bursa
Tayang pada
8 Januari 2026 pukul 00.00
IUP 10 Ribu Hektare, tapi RMKE Belum Eksplorasi
KABARBURSA.COM – PT RMK Energy Tbk (RMKE) melaporkan tidak adanya aktivitas eksplorasi batubara di anak usahanya, PT Truba Bara Banyu Enim, sepanjang Oktober hingga Desember 2025.
Keputusan tersebut diambil seiring belum rampungnya proses pembebasan lahan di wilayah izin usaha pertambangan perseroan. Manajemen RMKE menjelaskan penundaan eksplorasi dilakukan dengan pertimbangan keekonomian proyek.
Dalam laporan kegiatan eksplorasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyatakan bahwa nilai kompensasi lahan yang diminta sebagian pemilik berpotensi menurunkan kelayakan ekonomi pengembangan batubara di area tersebut.
Berdasarkan laporan kegiatan eksplorasi Triwulan IV-2025, PT Truba Bara Banyu Enim tidak merealisasikan pemboran eksplorasi sama sekali.
“Seluruh parameter kegiatan tercatat nol, termasuk jumlah lubang bor, total kedalaman pemboran, pengambilan sampel kualitas, serta kegiatan geoteknik,” tulis dalam catatan eksplorasi, Rabu, 7 Januari 2026.
Dengan tidak adanya aktivitas lapangan, biaya eksplorasi yang dikeluarkan sepanjang periode tersebut juga tercatat nihil.
PT Truba Bara Banyu Enim merupakan entitas anak RMKE yang menguasai wilayah izin usaha pertambangan seluas sekitar 10.220 hektare di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.
Area tersebut terbagi dalam tiga blok eksplorasi, yakni Blok A Leukukam, Blok B Pinang, dan Blok C Benakat. Seluruh wilayah tersebut masih berada pada tahap eksplorasi dan belum memasuki fase pengembangan produksi.
Secara teknis, perseroan telah menyiapkan metode eksplorasi berupa pemboran langsung yang dikombinasikan dengan electrical logging untuk memperoleh data ketebalan dan kontinuitas lapisan batubara. Namun metode tersebut belum diterapkan di lapangan karena kegiatan eksplorasi operasional belum dimulai.
Memasuki Triwulan I-2026, RMKE masih memfokuskan kegiatan anak usahanya pada penyelesaian proses pembebasan lahan dan evaluasi perencanaan teknis.
Dalam rencana eksplorasi yang dipaparkan, perseroan belum menetapkan target pemboran maupun anggaran eksplorasi pada awal 2026, sambil menunggu tercapainya kesepahaman dengan para pemangku kepentingan terkait.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada