Bisnis Indonesia

Tayang pada

13 April 2026 pukul 00.00

ITMG Gelontorkan Rp6,67 Miliar untuk Eksplorasi Pengeboran Kuartal I/2026

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) melaporkan realisasi anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan pengeboran tambang sepanjang kuartal I/2026 mencapai Rp6,67 miliar.

Melansir keterbukaan informasi, pengeboran tersebut dilakukan ITMG pada tiga anak usahanya yang memiliki izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), yaitu PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, dan PT Bharinto Ekatama.

"Kegiatan pengeboran yang dilakukan pada bulan Januari-Maret 2026 merupakan kelanjutan aktivitas yang dilakukan pada periode bulan sebelumnya. Kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh Departemen Geologi dengan fokus diutamakan pada aktivitas pengeboran pre-production dan development dengan metode pengeboran lubang terbuka (open hole) dan pengeboran inti (coring)," tulis perseroan, dikutip Jumat (10/4/2026).

Secara rinci, pengeboran pra-produksi di anak usaha PT Trubaindo Coal Mining dilakukan di Blok Selatan pada 34 lubang pengeboran dengan rincian pemboran open hole dengan kedalaman 1.788,50 meter dan pemboran coring dengan kedalaman 613,50 meter. Total biaya pengeboran yang dikeluarkan perseroan adalah sebesar Rp1.072.033.089.

Kedua, operasional pengeboran PT Indominco Mandiri dilakukan pada Blok Barat dan Blok Timur. Biaya total pengeboran untuk periode Januari- Maret 2026 adalah sebesar Rp1.427.741.987.

Ketiga, operasional pengeboran PT Bharinto Ekatama berlokasi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah kerja seluas 17.311 hektar (Ha). Anak usaha ITMG ini telah melakukan aktivitas pengeboran pra produksi di Blok Lempanang di sebanyak 50 lubang dengan kedalaman 2.745,65 meter untuk open hole dan 975,75 meter bor inti (coring). Selain itu, dilakukan juga pengeboran eksplorasi di Blok Tenaik sebanyak 107 lubang dengan kedalaman 6328,55 meter untuk open hole dan 1.464,75 meter bor inti. Biaya total pengeboran yang dilakukan Bhanrinto Ekatama di triwulan I ini mencapai Rp4.174.211.755.

Sebagai gambaran, dalam industri batu bara metode pengeboran eksplorasi umumnya terbagi antara open hole dan coring. Open hole atau pengeboran lubang terbuka digunakan untuk identifikasi awal karena lebih cepat dan murah, namun hanya menghasilkan serpihan batuan sehingga data yang diperoleh relatif terbatas.

Sementara itu, coring atau pengeboran inti menghasilkan sampel batuan utuh berbentuk silinder yang memungkinkan analisis kualitas batu bara dan struktur geologi secara lebih akurat. Karena itu, open hole biasanya digunakan pada tahap awal eksplorasi, sedangkan coring menjadi dasar dalam perhitungan cadangan dan studi kelayakan yang lebih mendalam.

Sebelumnya, analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas menjabarkan tahun ini ITMG dihadapkan dengan tiga tekanan struktural utama yang berisiko menekan kinerja perseroan.

Tantangan pertama adalah pemangkasan RKAB 2026. Laurencia mengasumsikan produksi ITMG pada 2026 hanya sekitar 12,7 juta ton atau turun sekitar 40% dibandingkan asumsi sebelumnya sekitar 22 juta ton.

Kedua, penerapan PP No. 18/2025 yang meningkatkan tarif pajak efektif menjadi 32,2% dari sebelumnya 24,1%, yang diperkirakan menekan laba tahunan sekitar US$15 juta–US$20 juta.

Ketiga, potensi kenaikan porsi domestic market obligation (DMO) menjadi 30% dengan harga batu bara domestik yang dibatasi US$70 per ton untuk PLN, sehingga menurunkan harga jual rata-rata (blended ASP) menjadi sekitar US$78,8 per ton.

Tiga tantangan ini yang mendasari sekuritas memangkas rating saham ITMG menjadi hold, dari sebelumnya buy. Target harga ITMG juga diturunkan dari Rp27.000 menjadi Rp25.000.

"Target harga Rp25.000 diturunkan berdasarkan metode sum-of-the-parts discounted cash flow (SOTP-DCF) hingga masa habis cadangan pada 2044. Valuasi tersebut menggunakan asumsi harga batu bara US$70–US$79 per ton, cash cost 2026 sebesar US$58,9 per ton, serta WACC 11,1%,” jelasnya dalam riset.

Pada penutupan pasar Jumat (10/4/2026), saham ITMG terkoreksi 1,19% ke Rp27.000. Dalam sebulan terakhir ITMG mengalami tekanan membuat harganya terpangkas 4,59%. Namun demikian, secara year to date saham ITMG melambung 23,43% bahkan sempat menyentuh level Rp30.075.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

13 April 2026 pukul 00.00

13/04/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

13 April 2026 pukul 00.00

13/04/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

13 April 2026 pukul 00.00

13/04/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

13 April 2026 pukul 00.00

13/04/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

13 April 2026 pukul 00.00

13/04/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh