Listrik Indonesia

Tayang pada

6 Maret 2026 pukul 00.00

Indonesia Pasok 43 Persen Batubara Global, Tapi Tak Ikut Menentukan Harga

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan batubara dunia. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Keterangan Pers di Jakarta, dikutip pada Kamis (05/03/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa kontribusi tersebut berasal dari produksi batubara Indonesia yang mencapai sekitar 500 hingga 550 juta ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan batubara global diperkirakan mencapai sekitar 1,3 miliar ton.

“Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton,” ungkapnya.

Meski kontribusi Indonesia terhadap pasokan batubara global cukup besar, Bahlil menyampaikan bahwa harga komoditas tersebut di pasar internasional justru mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena harga batubara ditentukan oleh mekanisme pasar global, bukan sepenuhnya oleh produsen domestik.

“Tapi apa yang terjadi? harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan. Idealnya harganya bagus karena supply dan demand, (faktanya) supply besar, demand sedikit, maka harganya jadi kurang,” terang Bahlil.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, pemerintah melakukan penataan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk komoditas batubara dan nikel. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan rencana produksi dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun global, sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas.

“RKAB untuk batubara dan nikel itu memang kita lagi tata, kita melakukan penyesuaian. Kenapa kita menata? karena memang ini kita hitung betul antara supply dan demand. Idealnya adalah batubara kita produksi banyak, volumenya besar, tapi harganya juga harus bagus,” ujar Bahlil.

Selain mempertimbangkan aspek pasar, penataan RKAB juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara volume produksi dan nilai ekonomi yang diterima pelaku usaha, tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Bahlil menekankan bahwa sumber daya alam merupakan aset strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan generasi mendatang.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas, khususnya untuk pasokan batubara bagi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

“Untuk kebutuhan PLN, saya pastikan sampai dengan bulan Maret-April, no issue,” jelasnya.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

6 Maret 2026 pukul 00.00

06/03/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

6 Maret 2026 pukul 00.00

06/03/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

6 Maret 2026 pukul 00.00

06/03/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

6 Maret 2026 pukul 00.00

06/03/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

6 Maret 2026 pukul 00.00

06/03/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh