IDN Financials
Tayang pada
2 Maret 2026 pukul 00.00
India targetkan pangkas impor batu bara untuk listrik hingga 30%
NEW DELHI – India, importir batu bara termal terbesar kedua di dunia setelah China, berupaya memangkas impor batu bara untuk pembangkit listrik setidaknya 30% tahun ini.
Dilansir dari Reuters, pemerintah India meminta operator pembangkit menguji peningkatan pencampuran (blending) batu bara domestik, menurut sejumlah pejabat pemerintah dan pelaku industri.
Pada 2025, pembangkit listrik India mengonsumsi hampir 50 juta ton batu bara impor dari negara-negara seperti Indonesia, South Africa, dan Russia. Pemerintah menargetkan pemangkasan minimal 15 juta ton tahun ini.
Meski agresif mengembangkan energi terbarukan menuju target nol emisi bersih 2070, sekitar tiga perempat listrik India masih bergantung pada batu bara.
New Delhi ingin mengurangi ketergantungan impor, terutama untuk sekitar 17 gigawatt pembangkit yang dirancang menggunakan batu bara impor, seiring peningkatan produksi domestik oleh perusahaan pelat merah Coal India dan penambang swasta.
Otoritas menargetkan penggantian setidaknya 20% batu bara impor dengan pasokan lokal di sebagian besar pembangkit, bahkan hingga 30% di beberapa fasilitas.
Namun, upaya sebelumnya kerap tersendat karena pembangkit kesulitan membakar batu bara lokal yang kualitasnya lebih rendah.
Seorang eksekutif pembangkit di Gujarat barat menyebut penggunaan batu bara domestik dalam porsi besar memerlukan penyesuaian besar pada boiler, yang biayanya mahal dan kemungkinan membutuhkan subsidi negara.
Pemerintah, menurut salah satu sumber, telah meyakinkan produsen listrik bahwa kualitas pasokan batu bara domestik akan dijaga.
Sementara itu, Coal India menghadapi penumpukan stok sekitar 90 juta ton per 31 Desember, setelah mencatat produksi rekor 781,1 juta ton pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, setara hampir 80% total output nasional.
Untuk mengurangi persediaan, Coal India membuka ekspor ke Bangladesh, Bhutan, dan Sri Lanka.
Secara keseluruhan, impor batu bara termal India turun 6,2% pada 2025, penurunan terdalam sejak 2021, seiring melemahnya permintaan listrik akibat cuaca yang lebih sejuk.
Meski India berencana menambah kapasitas pembangkit batu bara 97 GW menjadi 307 GW pada 2034–2035, impor diperkirakan melambat bertahap karena pembangkit baru kemungkinan dibangun lebih dekat ke sumber batu bara domestik, kata Rajiv Ramnarayan, CEO Equentia Natural Resources yang berbasis di Singapura.
Ke depan, porsi batu bara impor diprediksi bergeser dari sektor kelistrikan ke industri non-listrik seperti semen dan besi spons.
“Impor batu bara kalori rendah dan menengah diproyeksikan turun bertahap dan digantikan pasokan domestik, dengan impor terbatas pada kebutuhan kualitas tertentu atau batu bara kelas tinggi,” ujar Vasudev Pamnani, Direktur iEnergy Natural Resources.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada