KONTAN

Tayang pada

8 April 2026 pukul 00.00

Indeks ESG Kian Penting di BEI, Tantangan Data Masih Terus Membayangi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Isu environmental, social and governance (ESG) semakin menjadi perhatian utama dalam dunia bisnis dan investasi global. ESG tidak hanya menjadi alat ukur keberlanjutan perusahaan, juga menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam menilai risiko dan peluang jangka panjang.

Di Indonesia, penerapan ESG masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan data yang terintegrasi dan mudah diakses. Isu ESG juga kian menguat sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal.

Penanggung jawab sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengungkapkan, indeks ESG di BEI semakin menjadi acuan dalam pengambilan keputusan investasi. Termasuk meningkatnya perhatian investor global pada sektor energi terbarukan dan transisi energi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026, Jeffrey menyampaikan ada 72 reksadana pasif dan exchange-traded fund berbasis saham yang dicatatkan di bursa dengan total dana kelolaan mencapai Rp 15,83 triliun.

“BEI menyediakan enam indeks berbasis ESG untuk mendorong penciptaan produk investasi ESG, platform, panduan ESG reporting, program edukasi kepada pelaku investasi, serta kolaborasi dengan regulator dan mitra strategis," kata dia, dalam keterangannya, Senin (6/4).

Menjawab kebutuhan tersebut, Katadata Green meluncurkan Kesgi (Katadata ESG Insight) Dashboard. Dashboard ini untuk menghimpun dan menganalisis data ESG perusahaan yang tercatat di pasar saham, dengan dukungan penilaian panel ahli serta teknologi artificial intelligence (AI).

Pengembangan inisiatif ini berdasarkan keyakinan ek,onomi hijau dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%. “Tanpa sektor ini sebagai pendorong baru, akan sulit mencapai target tersebut,” ujar Co Founder dan CEO Katadata, Metta Dharmasaputra.

Berdasarkan survei BEI bersama Mandiri Institute pada 2024 terhadap 150 perusahaan, tantangan utama implementasi ESG meliputi minimnya data kuantitatif, keterbatasan sumber daya manusia, serta tingginya biaya pengumpulan data.

Kesgi menggunakan metodologi yang mengacu pada standar global dan diselaraskan dengan regulasi nasional. Kerangka penilaiannya mencakup tiga pilar ESG, 15 topik, serta lebih dari 100 indikator.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

8 April 2026 pukul 00.00

08/04/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

8 April 2026 pukul 00.00

08/04/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

8 April 2026 pukul 00.00

08/04/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

8 April 2026 pukul 00.00

08/04/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

8 April 2026 pukul 00.00

08/04/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh