Bisnis Indonesia
Tayang pada
6 Februari 2026 pukul 00.00
IHSG Hari Ini (5/2) Berpeluang Uji Level 8.231, Sentimen Pemangkasan Batubara Jadi Tantangan
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis (5/2/2026) dengan peluang menguji area resistance hingga level 8.231.
Sentimen domestik pemangkasan produksi RKAB batubara pada tahun ini menjadi tantangan utama.
Tim Analis Sinarmas Sekuritas menjelaskan meski IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 8.194 hingga 8.231, laju indeks dinilai masih terbatas dengan rating neutral, seiring kondisi domestik dan global yang beragam.
"Pada perdagangan hari ini IHSG berpeluang mencoba Resistance 8.194 dan next Resistance 8.231," bunyi riset tersebut dikutip, Kamis (5/2/2026).
Pasar, sebut riset tersebut mencermati data ketenagakerjaan swasta AS yang hanya bertambah 22.00/ pekerjaan pada Januari 2026, jauh di bawah ekspektasi, serta perkembangan geopolitik menyusul komunikasi antara Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping terkait isu perdagangan dan energi.
Pembahasan mencakup isu perdagangan, Taiwan, hingga rencana China meningkatkan pembelian minyak, gas, dan produk pertanian AS.
Rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China pada April mendatang, juga dipandang pasar sebagai sinyal meredanya tensi dagang dua ekonomi terbesar dunia.
Dari dalam negeri, sejumlah faktor domestik berpotensi menjadi penopang IHSG. Pemerintah tengah menyiapkan regulasi free float minimum 15% yang akan diterbitkan paling lambat Maret 2026 dan diterapkan bertahap selama tiga tahun bagi emiten lama.
Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan likuiditas dan kualitas pasar saham nasional dalam jangka menengah.
Sementara itu, sektor energi dan tambang menjadi sorotan setelah perusahaan batu bara nasional menghentikan ekspor spot menyusul rencana pemerintah memangkas kuota produksi 2026 hingga 40–70% dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi kinerja saham batu bara, sekaligus mengubah peta suplai energi global.
Sejalan dengan kondisi tersebut, sejumlah rekomendasi saham layak dicermati pelaku pasar.
Untuk perdagangan harian, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) direkomendasikan speculative buy dengan target harga 1.420–1.455, ditopang sentimen teknikal yang masih positif.
Sementara itu, saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) juga masuk dalam daftar speculative buy dengan target 3.450–3.550, seiring prospek sektor energi dan dinamika harga komoditas.
Investor juga disarankan bersikap lebih defensif. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) direkomendasikan hold dengan target 1.950–2.070, mencerminkan potensi kenaikan terbatas di tengah ketidakpastian kebijakan produksi batu bara.
Rekomendasi hold juga diberikan kepada PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) dengan target 2.270–2.390, sejalan dengan pergerakan harga emas dan perhiasan yang cenderung stabil.
Adapun saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) direkomendasikan buy on weakness dengan target 1.700–1.790, memanfaatkan potensi rebound sektor perkebunan saat terjadi koreksi harga.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada