Bisnis Indonesia

Tayang pada

Hasil Riset: TBS Energi (TOBA) Pimpin Transformasi Batu Bara di RI

Bisnis.com, JAKARTA – Transformasi bisnis PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) dinilai telah mencapai tahap bauran pendapatan di saat transisi perusahaan tambang batu bara lain masih dalam tahap narasi.

Berdasarkan riset Energy Shift Institute (ESI), dikutip Rabu (26/8/2026), TOBA mampu menunjukkan perkembangan diversifikasi di antara 13 perusahaan batu bara lain.

Dalam laporan Indonesia’s Coal Sector: Outlook, Risks, and Mitigation Strategies edisi Agustus 2026, ESI menilai 13 perusahaan tambang batu bara menggunakan tujuh tahapan diversifikasi, mulai dari narasi, target, alokasi modal, model operasi, bauran pendapatan, dampak terhadap margin, hingga hingga penurunan risiko.

Hasilnya, TOBA menjadi salah satu perusahaan yang memimpin transformasi karena telah mencapai tahap bauran pendapatan. Sementara itu, ESI melihat banyak perusahaan batu bara lainnya masih berada di tahap narasi.

Berdasarkan pemetaan ESI, portofolio diversifikasi TOBA telah mencakup tiga area yang berkaitan langsung dengan transisi energi dan ekonomi hijau, yakni energi terbarukan, kendaraan listrik, serta pengelolaan limbah.

Beberapa perusahaan lain memilih diversifikasi melalui mineral dan logam maupun hilirisasi batu bara. ESI menempatkan TOBA sebagai salah satu perusahaan dengan tingkat diversifikasi pendapatan tertinggi dalam kelompok yang dianalisis.

Namun ESI memberikan catatan bahwa TOBA masih berada pada area low operating margin-high diversification, menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi bisnis non-batu bara belum langsung diikuti tingkat profitabilitas yang tinggi.

Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan strategi diversifikasi yang gagal. ESI justru memberikan konteks bahwa proses diversifikasi sedang berjalan dan profitabilitas diharapkan mengikuti.

Margin operasional TOBA yang masih rendah dapat dilihat sebagai konsekuensi jangka pendek dari fase investasi dan pembangunan bisnis baru secara aktif, sebelum skala operasi dan tingkat utilisasi aset baru mencapai level yang lebih optimal.

Sementara itu, analis dari MNC Sekuritas, Christian Sitorus menjelaskan bahwa tahun-tahun awal transformasi tidak bisa langsung mencetak margin yang tebal karena membutuhkan penyesuaian model operasional sebagai konsekuensinya.

“Sepanjang transformasi bisnis sudah mulai tecermin pada pendapatan, ruang untuk melakukan efisiensi juga terbuka seiring waktu. Untuk TOBA, kontribusi pendapatan dari bisnis yang sustainable seperti waste management dan EV sudah signifikan dan terlihat di kuartal I/2026,” kata Christian dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Pada kuartal I/2026, TOBA meraup pendapatan sebesar US$86,29 juta, meningkat 20,6% dari US$71,52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bruto juga meningkat menjadi US$10,38 juta dari US$7,07 juta, atau tumbuh 46,8% secara tahunan.

Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh lini usaha di luar batu bara. Pendapatan dari pengolahan dan pembuangan limbah mencapai US$51,96 juta pada kuartal I/2026, melonjak dari US$9,49 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan penjualan dan penyewaan kendaraan listrik meningkat menjadi US$3,20 juta dari US$1,35 juta. Pendapatan dari produk perkebunan tercatat sekitar US$1,60 juta.

Pada saat yang sama, pendapatan batu bara tercatat US$29,52 juta, turun dari US$47,95 juta pada kuartal I/2025.

Christian menambahkan transformasi biasanya akan baru benar-benar terasa setelah mencapai tahun ketiga sampai tahun kelima atau bahkan bisa lebih cepat.

“TOBA masih berada di fase awal transformasi dari perusahaan batu bara ke sustainable business. Perkembangannya sudah positif sejauh ini. Ke depan, sustainable growth story, profitabilitas dan margin tebal serta arus kas yang kuat adalah arah yang dituju TOBA” ujarnya.

Christian menilai TOBA mampu mencapai fase tersebut dan mempertahankan posisinya dalam transformasi dari bisnis ekstraktif ke keberlanjutan.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh