Bloomberg Technoz

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

Harga Ekspor Batu Bara & Gas Naik, Australia Bakal Untung Rp233 T

Bloomberg, Australia kemungkinan akan memperoleh keuntungan tak terduga senilai miliaran dolar dari perang Iran. Pasalnya, kenaikan harga ekspor batu bara dan gas akan meningkatkan pendapatan selama lima tahun hingga 2030, menurut Westpac Banking Corp.

Anggaran nasional akan mendapatkan sekitar A$20 miliar (Rp233 triliun) pendapatan tambahan selama periode tersebut, tulis ekonom senior Pat Bustamante dalam laporan pada Selasa. Dan lonjakan harga emas sejak 2024 diperkirakan akan menambah A$19 miliar lagi ke kas pemerintah selama lima tahun ke depan.

"Harga komoditas yang lebih tinggi dan inflasi yang tinggi meningkatkan penerimaan pajak Departemen Keuangan," tulis Bustamante.

"Karena sistem pajak beroperasi di dunia nominal, penerimaan pajak dapat terus meningkat, bahkan ketika aktivitas ekonomi riil melambat selama beberapa tahun mendatang, seperti yang kami perkirakan."

Anggaran nasional akan diumumkan pada Mei, serta asumsi komoditas dan perkiraan pendapatan pemerintah yang diperbarui akan dipantau dengan cermat. Pasalnya, hal itu akan memengaruhi upaya Perdana Menteri Anthony Albanese untuk mengurangi defisit.

Dengan menggunakan harga spot dan perkiraan komoditasnya, Bustamante dari Westpac memperkirakan bahwa harga yang lebih tinggi dari yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan tak terduga hampir A$60 miliar selama lima tahun hingga tahun fiskal 2030, dengan sekitar sepertiga dari jumlah tersebut terkait langsung dengan konflik saat ini.

Keuntungan tersebut diperkirakan akan lebih dari cukup untuk menutupi biaya A$2,6 miliar dari pemotongan sementara pajak bahan bakar yang diumumkan pekan ini, sehingga menghasilkan peningkatan bersih dalam posisi anggaran dalam jangka pendek, tulisnya.

Keuntungan tak terduga ini datang setelah surplus perdagangan Australia pada 2025 menyusut ke level terendah sejak 2018 akibat penurunan pengiriman ke China, mitra dagang terbesar Australia.

Perekonomian Australia secara keseluruhan juga dalam kondisi rapuh, di mana UBS AG memprediksi periode "stagflasi" yang dipicu oleh biaya pinjaman yang lebih tinggi dan tekanan inflasi yang kembali meningkat.

"Emas juga memberikan keuntungan tak terduga yang kurang dihargai," tulis Bustamante, mencatat bahwa logam mulia ini siap menjadi ekspor terbesar kedua Australia berdasarkan nilai pada tahun fiskal yang berakhir pada Juni, menggeser gas alam cair dan batu bara.

"Kami memperkirakan sebagian dari peningkatan pendapatan ini akan terwujud paling cepat pada Mei 2026, ketika perusahaan pertambangan melakukan pembayaran pajak besar untuk tahun pajak 2025 yang telah selesai," tulisnya.

Peningkatan ini menyoroti bagaimana inflasi dan kenaikan siklus harga komoditas meningkatkan pendapatan pajak, dengan data terbaru menunjukkan bahwa angka tersebut melampaui proyeksi resmi. Namun, "anggaran tetap mengalami defisit yang dalam," dan defisit tersebut lebih buruk daripada hampir semua tahun sejak 1998, tulis Bustamante.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh