KONTAN

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

Harga Batubara Naik, Kinerja Emiten bisa Membaik

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peluang emiten produsen batubara meningkatkan kinerjanya terbuka lebar pada 2026 seiring melejitnya harga komoditas ini. Namun, bukan berarti emiten di sektor ini luput dari tantangan.

Berdasarkan data Trading Economics, harga batubara di pasar global melesat 15,44% dalam sebulan terakhir ke level US$ 137,55 per ton hingga Senin (30/3) sore.

Di tengah lonjakan harga batubara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bakal mengimplementasikan strategi serupa tahun lalu, yakni optimalisasi efisiensi produksi sekaligus memperkuat pengendalian biaya.

"Strategi ini telah menghasilkan kinerja keuangan positif pada tahun 2025," kata Christopher Fong, Chief Corporate Affairs Officer Bumi Resources, Senin (30/3).

Di sepanjang 2025, BUMI meraih kenaikan laba bersih 20,1% secara tahunan atau year on year (YoY) jadi US$ 81 juta. Padahal, di saat yang sama pendapatan BUMI menyusut 15,9% (YoY) menjadi US$ 4,81 miliar.

Pada 2026, BUMI menargetkan volume penjualan batubara di kisaran 76 juta ton-78 juta ton. Emiten Grup Bakrie ini juga memproyeksi harga batubara rata-rata sekitar US$ 60 per ton-US$ 62 per ton.

Abida Massi Armand, Analis BRI Danareksa Sekuritas menganalisa, tren kenaikan harga batubara yang terjadi sepanjang bulan Maret 2026 menjadi sentimen positif bagi kinerja emiten batubara di tahun ini.

Sebab, gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik Timur Tengah mendorong berbagai negara beralih ke batubara sebagai substitusi gas alam atau liquefied natural gas (LNG). "Ini membuka peluang ekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan Eropa," kata Abida, Senin (30/3).

Tantangan emiten

Meski begitu, kenaikan harga batubara tidak otomatis menjadi keuntungan penuh bagi pihak emiten. Ini mengingat, harga minyak dunia juga ikut melesat sehingga turut mengerek biaya produksi dan berpotensi memangkas margin emiten batubara. Saat ini kontribusi bahan bakar mencapai 30%--50% dari total biaya operasional tambang.

Untuk memaksimalkan momentum kenaikan harga batubara, emiten perlu memperkuat efisiensi biaya, mengamankan kontrak dengan pelanggan dalam jangka panjang, diversifikasi pasar ekspor, dan pengelolaan penjualan domestic market obligation (DMO) yang efisien.

Transformasi ke energi terbarukan dan hilirisasi juga menjadi kunci daya tahan bagi emiten batubara secara jangka menengah.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan mengingatkan, selain soal harga komoditas, tantangan lain yang perlu diwaspadai emiten batubara ialah ancaman fenomena EI Niño ekstrem mulai April 2026.

Fenomena ini bisa menimbulkan kekeringan yang berisiko menyurutkan debit air sungai yang menjadi jalur utama pengangkutan batubara. Wacana pengetatan porsi DMO di atas 25% dan kelanjutan pemangkasan produksi, juga patut diwaspadai emiten.

Menurut David, emiten batubara yang berpeluang jadi jawara dari sisi kinerja adalah mereka yang memiliki biaya produksi rendah dan mampu melakukan diversifikasi ke batubara metalurgi.

"Emiten dengan neraca keuangan sehat dan rasio utang rendah berpeluang unggul," tutur dia, Senin (30/3).

David menyarankan investor untuk mempertimbangkan saham ADRO, PTBA ITMG dan ABMM untuk dikoleksi.

Sedangkan Abida merekomendasi beli ITMG dengan target harga Rp 32.100. Lalu, beli PTBA, AADI dan ADRO, dengan target harga masing-masing Rp 3.700, Rp 12.200 dan Rp 2.630 per saham.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

1 April 2026 pukul 00.00

01/04/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh