Investor Daily

Tayang pada

Harga Batu Bara Rontok, Permintaan Asia Melemah di Tengah Gejolak Timur Tengah

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara dunia kembali rontok pada perdagangan Jumat (8/5/2026), seiring melemahnya permintaan dari negara-negara Asia meski konflik Timur Tengah masih memicu gangguan pasokan energi global.

Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Mei 2026 turun US$ 0,45 menjadi US$ 131,75 per ton. Kontrak Juni 2026 terkoreksi US$ 0,75 ke level US$ 134,45 per ton, sedangkan Juli 2026 melemah US$ 0,15 menjadi US$ 136,6 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam bergerak variatif. Kontrak Mei 2026 justru naik US$ 2,1 menjadi US$ 107,1 per ton. Kontrak Juni 2026 menguat US$ 0,45 menjadi US$ 111,6 per ton, sedangkan Juli 2026 naik US$ 0,5 ke level US$ 113,8 per ton.

Dikutip dari Trading Economics, harga batu bara bergerak mendekati US$ 130 per ton dan berpotensi menutup pekan di zona merah. Pelemahan terjadi karena peralihan bahan bakar di sejumlah negara utama Asia akibat gangguan pasokan energi dari Timur Tengah ternyata tidak seagresif perkiraan awal pasar.

Sebelumnya, batu bara termal diperkirakan akan menjadi alternatif utama pengganti gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk pembangkit listrik, terutama setelah penutupan efektif Selat Hormuz mengganggu sekitar 20% pasokan LNG global.

Impor Melemah

Namun, data terbaru menunjukkan impor batu bara termal Jepang dan Korea Selatan pada April justru lebih rendah dibandingkan Maret. Volume impor keduanya juga masih berada jauh di bawah rata-rata lima tahun terakhir, menandakan permintaan batu bara tetap relatif lemah.

Analis juga mencatat penurunan impor LNG terbesar di Asia terjadi di China. Negeri Tirai Bambu tersebut mengurangi pembelian LNG dari luar negeri dan lebih mengandalkan produksi batu bara domestik serta pasokan gas alam dari jaringan pipa dan sumber lokal.

Langkah tersebut dinilai membantu meredakan tekanan pasokan LNG global yang sebelumnya dikhawatirkan akan memicu lonjakan permintaan batu bara di kawasan Asia.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh