INVESTOR
Tayang pada
Harga Batu Bara Lanjut Menguat, Ini Dua Katalis Utamanya
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara dunia lanjut menguat pada perdagangan Rabu (13/8/2026). Kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu katalis yang menopang batu bara.
Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Agustus 2026 naik US$ 0,2 menjadi US$ 129,5 per ton. Kontrak September 2026 menguat US$ 0,1 ke level US$ 134,1 per ton, sedangkan kontrak Oktober 2026 meningkat US$ 0,1 menjadi US$ 136,4 per ton.
Penguatan juga terjadi pada batu bara Rotterdam. Kontrak Agustus 2026 naik US$ 0,5 menjadi US$ 122,6 per ton. Kontrak September 2026 meningkat US$ 0,4 menjadi US$ 122,6 per ton, sementara kontrak Oktober 2026 naik US$ 0,75 menjadi US$ 124,45 per ton.
Dikutip dari TradingView, kenaikan tersebut terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah akibat ketidakpastian yang masih membayangi kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak meningkatkan insentif untuk melakukan fuel switching atau peralihan sumber bahan bakar, khususnya di negara-negara pengimpor energi di Eropa dan Asia.
Ketika harga minyak semakin mahal, batu bara dapat menjadi alternatif yang lebih kompetitif bagi pembangkit listrik yang memiliki fleksibilitas dalam menggunakan bahan bakar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan permintaan batu bara sekaligus menopang harga.
China Modernisasi Industri Batu Bara
Dari China, sentimen juga datang dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat dan memodernisasi industri batu bara domestik. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) bersama Administrasi Energi Nasional China (NEA) merilis Rencana Lima Tahun ke-15 untuk Pengembangan Industri Batu Bara.
Rencana tersebut menargetkan proporsi kapasitas produksi dari tambang batu bara besar dan modern mencapai 87% pada 2030. Sementara itu, proporsi tambang pintar atau intelligent mines ditargetkan mencapai 75%. Pemerintah China juga menargetkan cadangan kapasitas produksi tahunan lebih dari 100 juta ton metrik.
Selain meningkatkan kapasitas tambang modern dan pintar, pemerintah China berencana mempercepat penutupan tambang-tambang yang sudah tidak efisien melalui mekanisme berbasis pasar dan langkah hukum.
Pemerintah juga akan menerapkan persyaratan penggantian kapasitas secara ketat terhadap pembangunan kapasitas produksi baru. Kebijakan tersebut menunjukkan upaya China untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi batu bara sekaligus mengendalikan kapasitas tambang yang sudah usang.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada