INVESTOR
Tayang pada
Harga Batu Bara Ambles, Produksi India Melonjak 7,5%
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara ambles pada perdagangan Selasa (4/8/2026), di tengah meningkatnya produksi dan distribusi batu bara India yang berpotensi mengurangi kebutuhan impor. Di sisi lain, persediaan batu bara China masih tinggi meski produksi domestik menghadapi kendala akibat inspeksi keselamatan tambang.
Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Agustus 2026 anjlok US$ 1,65 menjadi US$ 130,85 per ton. Kontrak September 2026 ambles US$ 1,9 ke level US$ 132,35 per ton, sedangkan Oktober 2026 jatuh US$ 1,6 menjadi US$ 134 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam kontrak Agustus 2026 naik US$ 0,15 menjadi US$ 117,9 per ton. Kontrak September 2026 anjlok US$ 1,15 menjadi US$ 116,9 per ton, sedangkan Oktober 2026 melesat US$ 1,9% ke level US$ 118,9 per ton.
Dikutip dari Metal.com, produksi batu bara India mencapai 69,75 juta ton pada Juli 2026, naik 7,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada saat yang sama, distribusi batu bara melonjak 17,34% menjadi 86,33 juta ton, mencerminkan semakin kuatnya pasokan domestik.
Kenaikan distribusi yang lebih tinggi dibandingkan produksi menunjukkan India tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga juga mempercepat penyaluran batu bara ke pembangkit listrik dan sektor industri lainnya.
Peningkatan pasokan domestik tersebut secara teori dapat mengurangi ketergantungan India terhadap impor batu bara, sehingga berpotensi memberikan tekanan pada pasar batu bara laut (seaborne coal), termasuk bagi negara-negara eksportir.
Impor Batu Bara India
Namun, hingga saat ini belum terdapat data yang menunjukkan perubahan volume impor batu bara termal maupun batu bara kokas India. Karena itu, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kenaikan produksi domestik telah menyebabkan penurunan impor.
Pelaku pasar masih menunggu data perdagangan terbaru untuk menilai apakah peningkatan produksi tersebut akan berdampak pada permintaan batu bara impor dalam beberapa bulan ke depan.
Tidak hanya itu, persediaan batu bara di China masih tergolong tinggi. Namun, produksi domestik menghadapi kendala setelah kecelakaan fatal di tambang Provinsi Shanxi pada akhir Mei memicu inspeksi keselamatan secara luas di sektor pertambangan.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada