Bisnis Indonesia
Tayang pada
5 Maret 2026 pukul 00.00
Emiten Batu Bara Low Tuck Kwong (BYAN) Raup Laba US$767,91 Juta pada 2025
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengantongi penurunan laba bersih menjadi US$767,91 juta sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan akhir Desember 2025, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih BYAN itu merosot 16,77% year on year (YoY) dari US$922,64 juta pada 2024.
Penyusutan itu terjadi di tengah pendapatan BYAN yang turun tipis pada 2025. Bayan Resources tercatat meraih pendapatan US$3,42 miliar atau melemah 0,55% dari US$3,44 miliar pada 2024.
Realisasi top line itu sejalan dengan melemahnya harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara BYAN dari US$61,3 per ton pada 2024 menjadi US$48,4 per ton pada 2025.
Padahal, volume penjualan batu bara BYAN melonjak 25,97% YoY dari 56,2 juta ton pada 2024 menjadi 70,8 juta ton sepanjang 2025. Pangsa pasar utama batu bara BYAN ialah China 32%, Indonesia 26%, Filipina 19%, India 8%, Malaysia dan Vietnam masing-masing 4%.
Penjualan itu ditopang oleh volume produki batu bara yang meningkat menjadi 19,5% menjadi 68 juta ton pada 2025 dari sebelumnya 56,9 juta ton.
Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan BYAN pada 2025 tercatat sebesar US$2,32 miliar atau naik tipis dari US$2,11 miliar pada 2024. BYAN juga mencatatkan beban penjualan US$31,12 juta, beban umum dan administrasi US$72,8 juta, beban keuangan US$8,69 juta, beban lain-lain neto US$9,6 juta, dan beban pajak penghasilan US$227,96 juta.
Dari sisi neraca, total aset Bayan Resources pada akhir 2025 sebesar US$3,37 miliar. Secara terperinci, total liabilitas US$680,46 juta juta dan ekuitas US$2,69 miliar.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada