Investor Daily

Tayang pada

30 Maret 2026 pukul 00.00

Duet Maut Saham Batu Bara

JAKARTA, investor.id – Saham dua emiten batu bara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merupakan ‘duet maut’ penarik dana investor asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir atau periode 25-27 Maret 2026.

Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 530,4 miliar pada saham AADI. Pembelian terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (29/3/2026).

Net buy asing pada saham AADI menjadi yang terbesar dibandingkan saham lainnya. Diikuti, saham PTBA dengan net buy asing mencapai Rp 205,4 miliar.

Setelah saham AADI dan PTBA, ada saham raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII). Net buy asing pada saham ASII senilai Rp 159,6 miliar.

Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 22,3 triliun di seluruh pasar BEI. Net sell jumbo itu terjadi karena ada transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT FAP Agri Tbk (FAPA) di pasar negosiasi sebesar Rp 18,7 triliun.

Pekan sebelumnya, investor asing mencetak net buy Rp 343,6 miliar.

Khusus pada perdagangan Jumat (27/3/2026), investor asing membukukan net sell Rp 1,7 triliun di seluruh pasar. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini terus bertambah menjadi Rp 30,8 triliun – berdasarkan data BEI.

Rekomendasi Saham

Adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi pilihan utama di sektor batu bara, sebab kenaikan harga batu bara bakal menjadi pendorong laba. Target harga saham AADI dinaikkan.

AADI membukukan kinerja sepanjang 2025 yang solid dengan volume produksi dan penjualan masing-masing 68,7 juta ton dan 71,9 juta ton, naik 4% dan 6% yoy. Biaya tunai (cash cost) turun 11% yoy berkat perbaikan strip ratio.

Tahun ini, proyeksi volume produksi dan penjualan AADI sangat bergantung pada persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) – dokumen persetujuan pemerintah terkait rencana produksi tambang.

“Dalam skenario dasar kami, pertumbuhan diperkirakan 1,9% yang didukung oleh kontribusi dari MIP dan Balangan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta dalam risetnya.

BRI Danareksa Sekuritas menaikkan proyeksi laba Adaro Andalan Indonesia (AADI) pada 2026-2027 sebesar 44-84%. “Ini seiring dengan kenaikan harga batu bara,” jelas Erindra.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target harga saham AADI berbasis discounted cash flow (DCF) menjadi Rp 12.400 dari sebelumnya Rp 9.850. Kenaikan target harga saham seiring dengan peningkatan proyeksi laba AADI.

“Kami tetap mempertahankan rekomendasi buy saham AADI,” pungkas Erindra.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

30 Maret 2026 pukul 00.00

30/03/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

30 Maret 2026 pukul 00.00

30/03/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

30 Maret 2026 pukul 00.00

30/03/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

30 Maret 2026 pukul 00.00

30/03/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

30 Maret 2026 pukul 00.00

30/03/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh