Bloomberg Technoz
Tayang pada
5 Februari 2026 pukul 00.00
Cirebon-1 Batal Dipadamkan, ESDM Petakan 15 PLTU Calon Pengganti
Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengidentifikasi 15 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang berpotensi menggantikan Cirebon-1 untuk dilakukan pensiun dini.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan 15 PLTU tersebut memiliki kontribusi emisi yang cukup tinggi, sehingga memenuhi aspek untuk dilakukan pensiun dini.
Dia mengatakan Kementerian ESDM dengan instansi terkait bakal melakukan pembahasan lebih lanjut guna menentukan 1 dari 15 PLTU tersebut untuk disuntik mati.
“Kementerian SDM sudah mengidentifikasi ada 15 di PLTU dengan kontribusi emisi yang cukup tinggi. Jadi ya nanti bagaimana mekanismenya itu kan harus disepakati antarpemerintah,” kata Yuliot ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Yuliot menegaskan PLTU yang bakal disuntik mati tersebut harus memiliki pengganti dengan kapasitas yang memadai, sehingga pasokan listrik yang dialiri PLTU terdahulu tidak mengalami masalah.
“Karena ini kita kan kalau early retirement itu kan juga harus melihat batasan pada saat retirement itu justru sudah ada pembangkit yang menggantikan sesuai dengan kapasitas yang ada. Jadi bukan hanya early retirement, tetapi kita harus melihat kapasitas pengganti terhadap yang dipensiunkan,” ucap dia.
Adapun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memastikan pensiun dini PLTU Cirebon-1 dibatalkan.
Airlangga menjelaskan pembatalan tersebut dilakukan karena teknologi yang dimiliki oleh PLTU Cirebon 1 masih terbilang canggih dan memiliki umur yang masih panjang.
Dengan begitu, saat ini pemerintah sedang mencari PLTU alternatif yang lebih layak untuk disuntik mati alih-alih PLTU Cirebon-1.
“Jadi salah satunya ada pertimbangan teknis, karena Cirebon itu salah satunya yang umurnya masih panjang, dan teknologinya juga sudah critical, super critical, dan relatif itu lebih baik,” kata Airlangga dalam konferensi pers, di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (5/12/2025).
Airlangga menjelaskan terdapat PLTU lainnya yang memiliki umur lebih tua dan lebih mendesak untuk dipensiunkan. Dia juga mensinyalir PLTU yang akan disuntik mati tetap berada di Pulau Jawa.
Selain itu, Airlangga memastikan pendanaan pensiun dini PLTU Cirebon-1 yang disalurkan Asian Development Bank (ADB) tetap diamankan pemerintah dan nantinya akan dialihkan untuk mendanai suntik mati PLTU lainnya.
Adapun, pembangkit batu bara ini dioperasikan oleh PT Cirebon Electric Power (CEP), usaha patungan antara Marubeni Corporation, Indika Energy, Korean Midland Power (KOMIPO), dan Samtan Corporation.
PLTU yang persisnya berlokasi di Kanci, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu telah beroperasi sejak Juli 2012. CEP juga punya proyek pengembangan unit baru dengan daya setrum 1x1.000 MW dengan teknologi yang lebih efisien, ultrasupercritical.
Rencana transaksi proyek penghentian dini PLTU Cirebon-1 itu bakal menggunakan skema Energy Mechanism Transition (ETM). Transaksi ini digawangi oleh ADB bekerja sama dengan pemerintah, investor swasta, hingga filantropis.
Penghentian dini diperkirakan membutuhkan dana US$300 juta atau setara Rp4,6 triliun.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada