IDN FINANCIAL

Tayang pada

China, Jepang, dan Korsel genjot impor batu bara Asia

JAKARTA - Impor batu bara termal melalui jalur laut di Asia diperkirakan mencapai level tertinggi dalam enam bulan pada Juni 2026, didorong oleh peningkatan permintaan dari China, Jepang, dan Korea Selatan.

Seperti dikutip Mining, berdasarkan data Kpler, impor batu bara termal Asia diproyeksikan mencapai 77,37 juta metrik ton pada Juni, naik dari 68,39 juta ton pada Mei. Volume tersebut juga meningkat sekitar 22,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 63,24 juta ton.

Jepang dan Korea Selatan menjadi motor utama kenaikan impor karena kedua negara memiliki fleksibilitas lebih besar untuk beralih antara penggunaan batu bara dan LNG dalam pembangkit listrik.

Lonjakan harga LNG setelah pecahnya konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mendorong utilitas di kedua negara memilih batu bara sebagai sumber energi yang lebih ekonomis.

Ketegangan tersebut sempat mengganggu pasokan global setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan LNG dunia dari Qatar.

Harga LNG spot untuk pengiriman ke Asia Utara melonjak dari US$10,40 per juta British thermal unit (MMBtu) pada akhir Februari menjadi US$25,30 per MMBTU pada pertengahan Maret. Meski telah turun ke US$15,30 per MMBTU pada pekan ketiga Juni, level tersebut masih sekitar 47% lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik.

Di sisi lain, harga batu bara termal juga meningkat, tetapi masih lebih kompetitif dibandingkan LNG.

Harga batu bara berkualitas tinggi Newcastle, Australia, sempat naik sekitar 30% menjadi US$150,25 per ton sebelum terkoreksi ke US$134,09 per ton. Level itu masih sekitar 15,7% lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan impor di Jepang dan Korea Selatan. Jepang diperkirakan mengimpor 7,82 juta ton batu bara termal pada Juni, naik 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor Korea Selatan diproyeksikan mencapai 7,30 juta ton, meningkat 41% secara tahunan dan menjadi yang tertinggi sejak Januari.

China juga meningkatkan pembelian batu bara impor, namun didorong oleh faktor domestik. Impor batu bara termal melalui laut diperkirakan mencapai 27,65 juta ton pada Juni, tertinggi dalam enam bulan dan melonjak 48% dibandingkan Juni tahun lalu.

Peningkatan tersebut terjadi ketika permintaan listrik berbasis termal di China terus tumbuh, sementara produksi batu bara domestik mengalami penurunan akibat inspeksi keselamatan yang diperketat setelah kecelakaan tambang yang menewaskan 82 orang.

Produksi listrik termal China naik 2,1% pada Mei, sedangkan produksi batu bara turun 1,7% menjadi 397,22 juta ton. Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, produksi batu bara tercatat turun 0,3% menjadi 1,98 miliar ton.

Kenaikan harga batu bara domestik China hingga 860 yuan per ton membuat batu bara impor, terutama dari Indonesia dan Australia, menjadi lebih kompetitif sehingga mendorong utilitas meningkatkan pembelian melalui jalur laut.

Berbeda dengan negara-negara tersebut, India belum menunjukkan peningkatan impor. Kpler memperkirakan impor batu bara termal India pada Juni mencapai 12,32 juta ton, relatif stagnan dibandingkan Mei namun lebih rendah dibandingkan 14,14 juta ton pada Juni tahun lalu.

Harga batu bara yang lebih tinggi mendorong pembangkit listrik di India mengandalkan stok domestik dan memperbesar porsi energi terbarukan.

Produksi listrik dari sumber energi terbarukan di negara itu meningkat 29,3% pada Mei dibandingkan setahun sebelumnya, sehingga menyumbang rekor 17,9% terhadap total pembangkitan listrik nasional.(DH)

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh