Liputan 6

Tayang pada

Begini Kondisi Stok Batu Bara untuk PLTU Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan, hingga April 2026, Hari Operasi Pembangkit (HOP) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara milik perseroan secara nasional terjaga pada level 15,90 hari.

"Sampai dengan April 2026, Hari Operasi Pembangkit untuk batu bara nasional terjaga pada 15 hari operasi. Ini mencerminkan kondisi pasokan batu bara yang aman," ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

Darmawan mengklaim, HOP batu bara terus menunjukan tren peningkatan untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Meskipun terpantau secara angka jumlah cadangan batu bara untuk pembangkit mengalami penurunan, dari sebelumnya 19 hari per Maret 2026.

Adapun jika mengacu pada masing-masing wilayah per April 2025, HOP batu bara untuk kawasan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) berada di kisaran 10,31 hari, atau menjadi yang terkecil.

Sementara untuk wilayah Sumatera, HOP batu bara berada di level 16,23 hari. Lalu Kalimantan dengan 22,47 hari, dan Sulawesi dengan 13,12 hari.

Untuk wilayah Nusantara Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), HOP batu bara berada di kisaran 14,59 hari. Adapun cadangan batu bara untuk pembangkit di timur Indonesia terpantau tinggi, semisal Ternate-Tidore dengan 27,28 hari, dan Jayapura dengan 47,95 hari.

Pasokan Gas dan LNG untuk Pembangkit

Di sisi lain, Darmawan juga menyampaikan bahwa pasokan gas dan LNG untuk Pembangkit PLN secara rata-rata berada pada level 12 hari. Dengan begitu, ia mengklaim pengiriman LNG secara umum tidak mengalami kendala.

"Hari operasi untuk cadangan gas ini rata-rata sekitar 12 hari. Artinya secara umum pengiriman LNG sudah terjadwal, dan secara umum tidak ada kendala," ungkap diam

Bila dirinci lebih lanjut, HOP gas untuk Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Gorontalo menjadi yang tertinggi dengan 29,20 hari. Diikuti oleh FSRU Jawa-1 dengan 27 hari.

Namun begitu, HOP pada terminal gas alam cair lainnya terpantau lebih rendah dari rata-rata. Semisal Terminal Arun dengan 6,40 hari, FSRU Jawa Barat 4,70 hari, FSRU Benoa 4,50 hari, dan FSRU Lampung 4,10 hari.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh