BISNIS INDONESIA
Tayang pada
Batu Bara Topang Angkutan Barang KAI Semester I/2026
Bisnis.com, JAKARTA — Komoditas batu bara kembali menjadi penopang utama kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI paruh pertama 2026.
Pada semester I/2026, KAI tercatat melayani pengangkutan 32.498.043 ton barang yang terdiri atas 26.534.095 ton batu bara (81,65%) dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara (18,35%).
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan kinerja ini menunjukkan peran KAI dalam mendukung rantai pasok nasional, khususnya untuk kebutuhan energi, industri, dan logistik.
“Dengan kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang terencana, layanan barang berbasis rel menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (6/7/2026).
Penguatan logistik juga dilakukan melalui penambahan sarana. Hingga Semester I/2026, sebanyak 1.080 gerbong datar telah tiba untuk memperkuat layanan barang di Sumatra. Penambahan sarana ini mendukung peningkatan kapasitas layanan batu bara dan komoditas lain berbasis rel.
KAI juga menghadirkan KA Brumbung Cargo sebagai alternatif logistik nasional yang lebih efisien.
Pada paruh pertama tahun ini, angkutan peti kemas KAI mencapai 2,62 juta ton. Kehadiran KA Brumbung Cargo menjadi bagian dari upaya KAI memperkuat distribusi barang berbasis rel dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.
“Layanan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI bagi perekonomian. Kereta api memiliki keunggulan kapasitas, keteraturan jadwal, dan konektivitas lintas wilayah,” tambahnya.Berkaca dari data Januari–Mei 2026, mayoritas layanan batu bara dilayani di Sumatra bagian Selatan.
Pada periode tersebut, KAI melayani 11.437.080 ton barang melalui 4.029 perjalanan kereta api barang. Batu bara relasi Tanjung Enim Baru–Tarahan menjadi komoditas terbesar dengan 11.280.793 ton. Komoditas lain yang dilayani meliputi semen zak 83.680 ton, BBM 52.593 ton, dan semen curah 20.014 ton.
Sebagaimana diketahui, segmen angkutan barang pada umumnya berfokus pada angkutan batu bara yang merepresentasikan lebih dari 75% porsi pendapatan angkutan barang pada KAI selama periode 2018–2022.
Mengutip laporan tahunan KAI, volume barang yang diangkut sepanjang 2024 tercatat sebesar 69,2 juta ton barang, naik 8,65% dibandingkan dengan volume pada 2023 sebesar 63,69 juta ton barang dan berhasil mencapai 1,29% dari target yang telah ditentukan.
Peningkatan volume barang didorong oleh realisasi batu bara yang mencapai 55.645.263 ton, disusul oleh peti kemas sebesar 5.821.791 ton, semen sebesar 3.489.261 ton, BBM sebesar 2.667.441 ton, barang lainnya sebesar 1.353.049 ton dan General Cargo dan BHP sebesar 224.865 ton.
KAI pun mendorong transportasi kereta api menjadi pilihan untuk mengangkut logistik, di tengah ramainya kendaraan berat yang membebani jalan raya.
KAI saat ini mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton per gerbong, dan secara bertahap ditingkatkan menjadi 70 ton. Dengan satu rangkaian hingga 60 gerbong, kapasitas angkut dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.
Kapasitas ini memberikan efisiensi signifikan dalam distribusi barang dalam jumlah besar dalam satu waktu serta menunjukkan potensi kereta api dalam mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan untuk distribusi jarak jauh.
Selain itu, dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) 2030 oleh Kementerian Perhubungan, pangsa angkutan barang berbasis kereta api ditargetkan mencapai 15% pada tahun 2030, dari posisi saat ini yang masih berada di bawah 5%.
Sumber:
Artikel Lainnya
Liputan 6
Tayang pada
1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam
Bisnis Indonesia
Tayang pada
10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi
IDX Channel.com
Tayang pada
10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?
METRO
Tayang pada
10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia
Tayang pada