BISNIS INDONESIA

Tayang pada

Batu Bara Ambruk, Ekspor Sumsel Turun Tajam 23,82% Hingga April 2026

Bisnis.com, PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan mencatat nilai ekspor kumulatif provinsi tersebut sepanjang Januari-April 2026 mencapai US$1,69 miliar atau turun 23,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,23 miliar.

Pelemahan ekspor terutama dipicu merosotnya kinerja komoditas batu bara dan lignit yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekspor daerah.

Kepala BPS Sumatra Selatan (Sumsel) Moh Wahyu Yulianto mengatakan penurunan ekspor terjadi pada kelompok nonmigas yang masih mendominasi struktur perdagangan luar negeri Sumsel.

Nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$1,54 miliar atau turun 26,30% dibandingkan Januari-April 2025 yang mencapai US$2,09 miliar.

"Penurunan ekspor Sumsel terutama dipengaruhi oleh turunnya ekspor nonmigas, khususnya komoditas pertambangan dan lainnya yang mengalami kontraksi cukup dalam," ujarnya, dikutip Kamis (4/6/2026).

Data BPS menunjukkan ekspor sektor pertambangan dan lainnya merosot 45,92% menjadi US$462,64 juta dari sebelumnya US$855,42 juta. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya ekspor batu bara dan lignit yang anjlok 45,92% secara tahunan.

Meski demikian, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas Sumsel dengan nilai US$1,05 miliar, meskipun turun 13,09% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Wahyu menyebut, dari sisi komoditas unggulan, batu bara dan lignit masih menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 29,96% terhadap total ekspor nonmigas Sumsel.

“Namun nilainya turun dari US$855,42 juta menjadi US$462,64 juta,” tuturnya

Sementara itu, ekspor karet dan barang dari karet juga mengalami penurunan 18,48% menjadi US$449,71 juta. Berbeda dengan dua komoditas tersebut, pulp dari kayu justru tumbuh 1,72% menjadi US$418,76 juta dan menjadi salah satu penahan laju penurunan ekspor Sumsel.

Dia menambahkan, tujuan utama ekspor Sumsel masih ke China dengan pangsa 35,98% dari total ekspor Januari-April 2026.

Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$610,68 juta yang didominasi produk pulp kayu senilai US$400,31 juta atau 65,55% dari total ekspor ke China.

“Setelah China, tujuan ekspor terbesar berikutnya adalah kawasan ASEAN di luar Malaysia dengan pangsa 19,98%, India sebesar 10,16%, Malaysia 7,89%, dan Uni Eropa 3,79%,” pungkasnya.

Artikel Lainnya

Liputan 6

Tayang pada

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

admin@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh