Bloomberg Technoz

Tayang pada

13 Februari 2026 pukul 00.00

Bahlil Ingin Kendalikan Harga Batubara Usai Pangkas RKAB

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahdalia ingin mengendalikan harga batu bara selepas pemerintah memotong rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tahun ini.

Bahlil mengatakan kans Indonesia untuk mengendalikan harga batu bara di pasar internasional relatif besar.

Dia beralasan Indonesia mengekspor batu bara sekitar 560 juta ton sepanjang tahun lalu.

Menurut dia, realisasi ekspor itu mengambil bagian sekitar 44% atas batu bara yang diperdagangkan di pasar internasional.

“Indonesia memasok batu bara keluar negeri 560 juta, 43% sampai 44%, tapi harganya bukan kita yang kendalikan,” kata Bahlil dalam acara Kuliah Umum Media Indonesia, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dengan demikian, Bahlil menegaskan, pemerintah bakal menekan produksi dan ekspor batu bara di tengah tren pelandaian harga yang berlanjut tahun ini.

“Jadi kalau kita produksinya banyak, permintaannya sedikit, harganya murah, kita buat saja keseimbangan, berapa konsumsi itu yang diproduksi,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengungkapkan sejumlah penambang tetap mendapatkan pemangkasan target produksi dalam RKAB mencapai 70%, meskipun Kementerian ESDM telah mengevaluasi target produksi yang sempat diberikan.

Di sisi lain, pemerintah berencana untuk mengerek porsi domestic market obligation (DMO) batu bara pada tahun ini naik menjadi minimal 30% dari sebelumnya 25%.

Pengecualian RKAB

Sementara itu, Kementerian ESDM memastikan tidak memangkas kuota produksi perusahaan pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi I dalam RKAB 2026.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan kementerian menyetujui 100% target produksi yang diajukan oleh pemegang PKP2B.

Keputusan itu juga menyasar pada perusahaan batu bara milik negara atau BUMN yang memegang izin usaha pertambangan (IUP).

“Untuk PKP2B generasi I dan IUP BUMN, itu kan kita berikan 100%,” kata Tri saat ditemui di Gedung Ditjen Minerba, Selasa (10/2/2026) petang.

Untuk diketahui, sejumlah perusahaan pemegang PKP2B generasi I, antara lain; PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Adaro Andalan Indonesia (AADI), PT Kideco Jaya Agung, PT Multi Harapan Utama (MHU), PT Tanito Harum, PT Berau Coal, PT Kendilo Coal Indonesia.

Sejalan dengan hal itu, Ditjen Minerba Kementerian ESDM memutuskan perusahaan batu bara pemegang PKP2B generasi I dan BUMN harus menyetor DMO sebesar 30% untuk sektor kelistrikan awal tahun ini.

“Maka dia kita minta di awal, minimal 30% tarik ke depan untuk PLN,” ungkap Tri.

Liputan 6

Tayang pada

13 Februari 2026 pukul 00.00

13/02/26

1,76 Juta Metrik Ton Batu Bara Disebar ke 4 PLTU Jaga Listrik di Jawa Tak Padam

Bisnis Indonesia

Tayang pada

13 Februari 2026 pukul 00.00

13/02/26

10 dari 190 Izin Tambang yang Dibekukan Sudah Bayar Jaminan Reklamasi

IDX Channel.com

Tayang pada

13 Februari 2026 pukul 00.00

13/02/26

10 Emiten Batu Bara Paling Cuan di 2024, Siapa Saja?

METRO

Tayang pada

13 Februari 2026 pukul 00.00

13/02/26

10 Negara Pengguna Bahan Bakar Fosil Terbesar di Dunia

CNBC Indonesia

Tayang pada

13 Februari 2026 pukul 00.00

13/02/26

10 Perusahaan Tambang RI Paling Tajir Melintir, Cuannya Gak Masuk Akal

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh

Alamat Sekretariat.

Menara Kuningan Building.

Jl. H.R. Rasuna Said Block X-7 Kav.5,

1st Floor, Suite A, M & N.

Jakarta Selatan 12940, Indonesia

Email Sekretariat.

secretariat@apbi-icma.org

© 2025 APBI-ICMA

Situs web dibuat oleh